Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Desa Sangeh Minta FPST Unwar Pendampingan Edukasi Berkelanjutan Pengembangan Pertanian

Ruta Suryana
16/12/2025 19:39
Desa Sangeh Minta FPST Unwar Pendampingan Edukasi Berkelanjutan Pengembangan Pertanian
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DESA Sangeh, Kabupaten Badung, Bali melalui sekretarisnya Ketut Suarjaya meminta kepada Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa untuk melakukan pendampingan edukasi yang berkelanjutan dalam pengembangan pertanian di wilayah itu. Hal tersebut diungkapkannya pada acara  penutupan Gema Ilmiah Sosial (GIS) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPST Unwar, Selasa (16/12).   

“Kami mohon kerja sama yang lebih intensif untuk kemajuan (pertanian) tahun-tahun berikutnya,” ujar Sekretaris Desa Sangeh, Ketut Suarjaya. Dirinya menyadari, proses edukasi tidak dapat selesai dalam waktu singkat, melainkan suatu perjalanan panjang yang memerlukan dukungan dan komitmen dari semua pihak.

Untuk itu, Suarjaya berharap FPST untuk tetap memberikan petunjuk dan bimbingan di masa mendatang.  Pemerintah desa, lanjut Suarjaya, ingin membangun sinergi yang lebih kokoh dengan dunia akademis, khususnya dalam pengembangan inovasi pertanian yang tepat guna bagi masyarakat setempat.

“Program edukasi dari FPST diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang teknik budidaya yang lebih baik, sehingga meningkatkan hasil pertanian dan menjamin keberlanjutan sumber daya alam,” katanya. Edukasi yang diharapkan seperti mengenai pendekatan adaptasi terhadap perubahan iklim dan manajemen sumber daya air.

Merespon permintaan tersebut, Wakil Dekan III FPST Unwar, Ir. I Wayan Sudiarta, MP, mengatakan, program GIS merupakan bagian integral dari kegiatan mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan di kampus. 

“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung permasalahan yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat menerapkan teori yang telah dipelajari dalam konteks yang nyata,” ujarnya. 

Menurut Sudiarta, pengalaman lapangan bagi mahasiswa begitu penting, yang tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan nyata untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat petani. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik