Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sribufest 2025: Komitmen Memperkuat Ekosistem Freelancer di Tengah Ketidakpastian Industri

Basuki Eka Purnama
16/12/2025 15:24
Sribufest 2025: Komitmen Memperkuat Ekosistem Freelancer di Tengah Ketidakpastian Industri
Sribufest 2025(MI/HO)

DI tengah dinamika industri kreatif yang kian menantang akibat tekanan ekonomi dan pesatnya perkembangan teknologi, ratusan freelancer dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam ajang Sribufest 2025. Gelaran tahunan yang diinisiasi oleh Sribu ini berlangsung pada 13 Desember 2025 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, dengan misi menjadi ruang belajar sekaligus penguatan mental bagi para pekerja kreatif.

Mengusung tema “Survive & Thrive”, Sribufest 2025 dirancang untuk membantu para pekerja lepas memahami pergeseran industri. Fokus utamanya adalah menemukan strategi bertahan dan membangun karier jangka panjang di tengah tantangan global, seperti adopsi kecerdasan buatan (AI) dan ketidakpastian pasar.

CEO Sribu, Ryan Gondokusumo, menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan beradaptasi. 

“Tantangan terbesar freelancer hari ini adalah mencari proyek berkelanjutan, meningkatkan *average income*, sekaligus beradaptasi dengan AI. Saya percaya AI tidak datang untuk menggantikan manusia, tetapi membantu kita bekerja lebih cepat. Kuncinya adalah bagaimana kita belajar skill baru karena perubahan ini,” ujarnya.

Belajar dari Pengalaman Nyata

Berbeda dengan seminar konvensional, Sribufest menghadirkan rangkaian sesi yang lebih personal melalui talkshow dan storytelling berbasis pengalaman nyata. 

Sejumlah praktisi lintas bidang hadir membagikan perspektif mereka. Benakribo, misalnya, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental agar tetap relevan di tengah derasnya arus konten digital. 

Sementara itu, Aryo Pamungkas (Founder Slab Studio) mengupas ketahanan kreatif, dan Michelle Yap (VP Marketing Exabytes) membagikan strategi pemasaran yang berkelanjutan bagi individu kreatif.

Sebagai penyeimbang, komika Nury Zhafira menutup acara dengan komedi reflektif yang mengangkat realitas unik keseharian freelancer, mulai dari urusan revisi yang tak kunjung usai hingga fenomena klien yang tiba-tiba menghilang. 

Pendekatan ini mempertegas bahwa tantangan yang dihadapi freelancer adalah pengalaman kolektif yang bisa dihadapi bersama.

Apresiasi bagi Talenta Kreatif

Selain menjadi ruang edukasi, Sribu juga memberikan apresiasi kepada para freelancer berprestasi melalui Sribu Talent Award. 

Tahun ini, penghargaan diberikan dalam enam kategori, yakni Sribu Academy Award, Opportunity Maker, Top Earner, Top Transaction, Contest Champion, hingga Freelancer of The Year.

Salah satu penerima penghargaan Opportunity Maker, Rifai (@mahacreative) asal Yogyakarta, menilai acara ini memberikan energi baru bagi para pekerja lepas untuk memperluas jejaring dan mendapatkan perspektif segar.

Menutup rangkaian acara, Ryan Gondokusumo menegaskan kembali misi besar Sribu untuk terus membuka peluang kerja di Indonesia. 

“Sribufest kami selenggarakan untuk menciptakan ruang belajar, ruang terkoneksi, dan ruang untuk percaya diri lagi. Jika freelancer tumbuh, industri kreatif Indonesia ikut tumbuh,” pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik