Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

13 Dampak Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Reynaldi Andrian Pamungkas
13/12/2025 20:30
13 Dampak Kurang Konsumsi Buah dan Sayur
Berikut Dampak Kurang Konsumsi Buah dan Sayur(freepik)

BUAH dan sayur adalah bahan pangan alami yang berasal dari tumbuhan dan menjadi sumber utama vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.

Keduanya sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sehingga bisa menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan mencegah berbagai penyakit kronis.

Berikut 13 Dampak Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

1. Sembelit

Kekurangan serat membuat pencernaan tidak lancar.

2. Daya tahan tubuh menurun

Tubuh kekurangan vitamin dan antioksidan sehingga mudah sakit.

3. Mudah lelah dan lesu

Asupan vitamin dan mineral yang kurang memengaruhi energi tubuh.

4. Kulit kusam dan tidak sehat

Kekurangan vitamin C, A, dan E berdampak pada kesehatan kulit.

5. Berat badan mudah naik

Kurang serat membuat cepat lapar dan cenderung makan berlebihan.

6. Risiko penyakit jantung meningkat

Rendahnya asupan serat dan antioksidan berdampak pada kadar kolesterol.

7. Risiko diabetes tipe 2

Kurangnya serat memengaruhi kontrol gula darah.

8. Tekanan darah tidak stabil

Kekurangan kalium dari buah dan sayur dapat memicu hipertensi.

9. Kesehatan mata menurun

Kurang vitamin A dan antioksidan berisiko gangguan penglihatan.

10. Gangguan pencernaan jangka panjang

Risiko wasir dan gangguan usus meningkat.

11. Kesehatan tulang menurun

Kekurangan vitamin K, magnesium, dan kalsium dari sayuran.

12. Fungsi otak menurun

Kurangnya nutrisi penting dapat memengaruhi konsentrasi dan daya ingat.

13. Risiko kanker meningkat

Minimnya antioksidan membuat tubuh kurang terlindungi dari radikal bebas.

Usahakan konsumsi minimal dua porsi buah dan tiga porsi sayur per hari, bervariasi warna untuk nutrisi yang lebih lengkap. (Z-4)

Sumber: halodoc, kemenkes



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya