Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ekskursi Agama Kolese Kanisius 2025: Memupuk Toleransi di Pesantren Al-Mizan

Basuki Eka Purnama
10/12/2025 10:03
Ekskursi Agama Kolese Kanisius 2025: Memupuk Toleransi di Pesantren Al-Mizan
Ekskursi agama Kolese Kanisius di Pesantren Al-Mizan(MI/HO)

KOLESE Kanisius (CC) kembali menegaskan komitmen dalam pembinaan iman dan dialog antaragama melalui kegiatan tahunan Ekskursi Agama. Pada 2025, kegiatan ini mengambil tema "Satu Harmoni, Merawat Negeri" dan  berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2025, dengan lokasi utama di Pesantren Al-Mizan, Majalengka, Jawa Barat.

Ekskursi agama tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa, yang dikenal sebagai Kanisian, mengenai kekayaan kehidupan beragama dan berbudaya di Indonesia. 

Tujuannya adalah untuk membangun pemahaman dan keterampilan dalam berdialog dengan sesama yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda.

Visi Keberagaman dalam Pembinaan Jesuit

Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibowo, menjelaskan bahwa keberagaman yang meliputi agama, suku, bahasa, dan budaya merupakan konteks nyata bagi perkembangan karakter Kanisian.

"Kegiatan Ekskursi ini diharapkan menjadi titik awal bagi Kanisian untuk membangun nilai-nilai keberagaman sebagai dasar kemanusiaan," ujar Thomas. 

Ia menambahkan bahwa siswa didorong untuk mengalami dan memaknai keberagaman tersebut secara langsung, sejalan dengan visi pendidikan Serikat Jesus yang menekankan keterbukaan dan dialog iman yang mendalam.

Dialog Awal dan Kunjungan Pesantren

Rangkaian Ekskursi Agama dibagi menjadi dua bagian penting. Kegiatan diawali pada Rabu (3/12), dengan sesi Dialog Keberagaman yang diadakan di Jakarta. 

Untuk memberikan perspektif yang komprehensif kepada Kanisian sebelum berangkat ke Majalengka, Kolese Kanisius mengundang dua tokoh nasional terkemuka, Okky Madasari dan Usman Hamid.

Dialog ini berfokus pada pemahaman arti perjuangan dalam meningkatkan toleransi dan harmoni, serta pentingnya perlindungan hak asasi manusia di tengah masyarakat yang majemuk.

Setelah sesi pengantar, Kanisian akan melanjutkan kegiatan dengan Live In Pondok Pesantren di Al-Mizan. Selama di pesantren, mereka akan berinteraksi dan tinggal bersama para santri dan santriwati.

Interaksi Langsung dan Aksi Lingkungan

Selama di Pesantren Al-Mizan, para Kanisian dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan interaktif, di antaranya berkeliling kompleks pesantren, melakukan dialog terbuka dengan para santri, dan berpartisipasi dalam Aksi untuk Bumi melalui kegiatan penanaman pohon bersama.

Kebersamaan ini juga diisi dengan momen berbagi kenang-kenangan dan ditutup dengan Pentas Kreasi Seni. Santri dan Kanisian akan berkolaborasi menampilkan tari-tarian tradisional dan penampilan menarik lainnya, yang puncaknya ditutup dengan pertunjukan permainan bola api khas daerah Majalengka.

Pengalaman-pengalaman ini diharapkan menjadi sarana efektif bagi Kanisian untuk mengenal, memahami, dan memupuk rasa toleransi dengan sesama. 

Seluruh rangkaian kegiatan ekskursi ditutup dengan Misa bersama di Gereja Kristus Bangkit Kadipaten Majalengka pada 5 Desember 2025. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya