Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Melawan Api, Menyalakan Harapan: Kisah Kholil Affandi dan Pentingnya Perlindungan Sosial

Media Indonesia
09/12/2025 11:23
Melawan Api, Menyalakan Harapan: Kisah Kholil Affandi dan Pentingnya Perlindungan Sosial
Kisah nyata Kholil Affandi yang selamat dari ledakan pabrik di Gresik menunjukkan betapa pentingnya perlindungan sosial dan pendampingan BPJS Ketenagakerjaan dalam masa krisis.(BPJS Ketenagakerjaan)

GRESIK. Suara ledakan itu datang tiba-tiba, memecah keheningan suasana siang hari di sebuah pabrik pengolahan ban bekas di Gresik. Api menyambar cepat, membakar mesin, meledakkan udara, dan dalam sekejap, menjilat tubuh seorang pria bernama Kholil Affandi. Waktu menunjukkan pukul 14.45 WIB, 18 Februari 2022 menjadi detik-detik yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Kholil Affandi bukan nama besar, bukan pula tokoh yang dikenal publik. Namun, bagi keluarganya, ia adalah segalanya. Seorang ayah, suami, dan pekerja keras yang telah mengabdikan 13 tahun hidupnya di PT. Ritek Energi Lestari sebagai Operator Produksi. Setiap hari, ia mengawasi suhu dan tekanan dalam proses rumit mengolah ban bekas menjadi minyak. Sejak 2009, perusahaan tempatnya bekerja telah mendaftarkan seluruh karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah yang awalnya tampak sederhana, namun kelak menjadi penyelamat bagi Kholil di masa-masa paling kelam hidupnya.

Ledakan hari itu membuat tubuhnya terbakar hampir sekujur tubuh. Dengan sisa tenaga, Kholil menjauhi dirinya dari kobaran api dan meminta bantuan. Ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi luka bakar parah dan sejak saat itu, perjuangan lain dimulai. Bukan hanya melawan nyeri yang membakar tubuh, tapi juga ketidakpastian tentang hidup, pekerjaan, dan masa depan anaknya yang masih kecil.

Setelah beberapa hari dirawat secara intensif, Kholil memutuskan beralih ke perawatan jalan (home care). Ia tak sanggup berlama-lama meninggalkan rumah. Anaknya masih terlalu kecil untuk jauh dari pelukan ayah. Namun, keputusan itu ternyata berisiko. Luka di tubuhnya tak kunjung membaik, bahkan semakin parah. Ketika ia kembali ke rumah sakit untuk diperiksa, dokter mendapati luka telah melebar dan belatung mulai tumbuh di sana.

Tapi Kholil tidak sendiri. BPJS Ketenagakerjaan yang sejak awal mendampingi proses perawatannya, tetap setia berada di sisinya. Dalam enam bulan masa pemulihan, Kholil menjalani 40 kali operasi termasuk transplantasi kulit (skin graft) yang dilakukan pada tahap akhir. Prosedur demi prosedur dilalui dengan kesabaran dan harapan yang perlahan tumbuh kembali.

Oktober 2023 menjadi bulan penuh arti. Setelah rangkaian pemulihan yang panjang dan melelahkan, dokter akhirnya menyatakan Kholil “fit to work”. Perawatan dan pendampingan hingga kembali bekerja (Return to Work) dari BPJS Ketenagakerjaan berbuah hasil. Ia dinyatakan layak untuk kembali bekerja namun bukan lagi sebagai operator produksi, melainkan sebagai petugas kebersihan atau cleaning service di perusahaan yang sama. Mungkin bagi sebagian orang itu adalah penurunan. Tapi bagi Kholil, itu adalah sebuah kesempatan kedua untuk hidup, untuk bekerja, dan untuk tetap bersama keluarga.

Kisah Kholil bukan sekadar cerita tentang luka dan pemulihan. Ini adalah potret nyata pentingnya perlindungan sosial. Tanpa perlindungan jaminan sosial, perjuangan Kholil mungkin tidak sampai sejauh ini. Ia adalah bukti hidup bahwa negara bisa hadir ketika warganya berada dalam titik terendah. Bahwa di balik tragedi, harapan masih bisa tumbuh asal ada sistem yang melindungi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik