Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Puncak hujan meteor Geminid 2025 diprediksi terjadi pada Minggu dini hari, 14 Desember, di mana pengamat di Indonesia berpeluang menyaksikan hingga 100 meteor per jam. Waktu pengamatan terbaik adalah sepanjang malam tanggal 13 hingga 14 Desember, didukung kondisi langit yang ideal karena fase Bulan sabit (27%) baru terbit menjelang subuh sehingga minim polusi cahaya.
Berasal dari asteroid 3200 Phaethon, fenomena ini menawarkan pemandangan istimewa berupa meteor yang bergerak lambat, berwarna-warni, dan berpotensi memunculkan bola api (fireball) terang.
Menurut International Meteor Organization (IMO), puncak aktivitas Geminid jatuh pada 08.00 UT (15.00 WIB). Meski waktunya berada pada sore hari di Indonesia, periode aktivitas maksimum Geminid berlangsung 6-10 jam sehingga malam 13-14 Desember tetap menjadi waktu optimal untuk observasi.
Pada malam hari, rasi Gemini sudah cukup tinggi di langit timur, membuat kondisi pengamatan ideal. Pengamat di lokasi gelap berpotensi menyaksikan 80-100 meteor per jam, termasuk bola api terang (fireball).
Tahun ini, kondisi langit sangat mendukung. Bulan fase sabit mengecil (27% iluminasi) baru terbit menjelang subuh, sehingga cahaya bulan tidak akan mengganggu perburuan meteor.
Geminid dikenal sebagai hujan meteor yang:
Pada awal malam (20.00-22.00), pengamat berpeluang melihat earthgrazer, yaitu meteor panjang yang melintas rendah dekat cakrawala, fenomena langka dan sangat dramatis.
Aktivitas mulai meningkat sejak 7 Desember.
Geminid berasal dari asteroid 3200 Phaethon, yang diduga merupakan sisa inti komet purba. Jalur debu yang dilepaskannya telah berinteraksi dengan Bumi selama ribuan tahun, menjadikan Geminid semakin aktif dari tahun ke tahun. Di lokasi gelap, pengamat kini dapat melihat rata-rata dua meteor per menit. (Space.com/Z-10)
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Dalam foto tersebut, langit malam tampak dipenuhi titik-titik cahaya yang seolah jatuh dari angkasa, menciptakan pemandangan dramatis dan menawan.
Puncak hujan meteor Geminid diperkirakan berlangsung pada malam 13 Desember hingga dini hari 14 Desember 2025.
Hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada malam 13-14 Desember 2025 (Sabtu-Minggu). Fenomena astronomi tahunan ini bisa disaksikan dari berbagai belahan duni
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Hujan Meteor Geminid mencapai puncak akhir pekan ini dengan hingga 120 meteor per jam. Simak waktu terbaik dan tips mengamati fenomena langit tahunan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved