Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) melalui Klaster Riset Social and Cultural Innovation (SoCI) dan Digital Tax Administration (DTA) kembali mengadakan program pengabdian masyarakat.
Bertajuk Penguatan Self-Leadership dan Daya Saing UMKM Kota Depok, kegiatan itu berlangsung di Ruang Smartclass Gedung M Lantai 3 FIA UI melalui kerja sama dengan Pimpinan Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PD IPEMI) Kota Depok.
Pada sesi pertama, Prof. Retno Kusumastuti Hardjono memaparkan pentingnya self-leadership bagi pelaku UMKM. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan diri mencakup kemampuan mengelola emosi, pengendalian diri, kedisiplinan perilaku, penetapan tujuan, serta evaluasi diri. Menurut Prof. Retno, kepemimpinan diri tidak hanya memengaruhi motivasi dan kesejahteraan individu, tetapi juga berdampak pada efektivitas tim dan produktivitas organisasi.
Materi berikutnya disampaikan Prof Milla Sepliana Setyowati yang menekankan pentingnya peningkatan daya saing usaha melalui inovasi, manajemen sumber daya, dan pemanfaatan teknologi digital. Ia mengatakan bahwa digitalisasi mampu memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, hingga meningkatkan ketahanan UMKM dalam berbagai kondisi ekonomi.
Ketua PD IPEMI Kota Depok, Rosmawary Ismail, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih atas kesempatannya, ini kedua kalinya kami belajar di sini kembali. Pada kesempatan kali ini, kami datang dengan pimpinan dan anggota IPEMI Kota Depok. Harapan kami dalam kegiatan ini agar dapat bertukar informasi serta menguatkan kepemimpinan, khususnya bagi PC yang baru terbentuk pada Oktober 2025,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (2/12).
Prof. Milla juga menegaskan bahwa setelah memahami dasar pencatatan keuangan, pelaku usaha perlu fokus membangun keunggulan kompetitif untuk menjaga pertumbuhan usaha.
“Jika sebelumnya kami berbagi terkait dengan pencatatan keuangan sederhana, hari ini kami akan belajar bersama mengenai urgensi agar usaha pada umumnya perlu memiliki daya saing. Daya saing menjadi kebutuhan agar usaha Ibu-Ibu IPEMI dapat bertahan di berbagai kondisi ekonomi dengan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif produk maupun jasa yang ditawarkan,” jelasnya.
Pada kesempatan lain, Prof. Retno menggarisbawahi pentingnya memahami dinamika organisasi dan menjadikan tantangan sebagai ruang belajar.
“Lesson learned yang kami dapatkan secara empiris maupun secara teoritis, dalam pengelolaan organisasi sebuah keniscayaan jika tidak terdapat friksi. Kita menggunakan prinsip utilitarian, mengambil keputusan yang lebih berdampak baik untuk banyak orang melalui penguatan self-leadership yang dampaknya holistik kepada individual, tim, serta organisasi,” tuturnya.
Melalui program ini, FIA UI menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan UMKM, khususnya pengusaha perempuan, agar mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah persaingan yang semakin dinamis. Program ini menjadi kontribusi akademik FIA UI dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, pengelolaan usaha, dan kesiapan UMKM memasuki era digital.
Kegiatan ini diikuti 35 peserta dari jajaran PD IPEMI Kota Depok, anggota PD, Pimpinan Cabang (PC) di seluruh kecamatan, serta perwakilan anggota PC.
Program dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya saing usaha menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi. (E-4)
Melalui UI Solution, kebutuhan mitra industri dipertemukan dengan keunggulan riset lintas fakultas di UI.
Dijelaskan  langkah banding ini merupakan bagian dari komitmen UI dalam menjaga nilai-nilai universitas.
Ia menilai aneh bila kampus negeri justru terjerumus pada politik aliran dan praktik intervensi di level pemilihan dekan.
Hal ini tentu jelas-jelas sangat melukai hati rakyat dan warga bangsa di negeri ini.
UNIVERSITAS Indonesia (UI) menuai sorotan dari masyarakat setelah mengundang Peter Berkowitz, peneliti dari Stanford University dan menimbulkan kontroversi,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved