Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Studi Ungkap Lima Fase Perkembangan Otak Manusia, Titik Balik di Usia 9, 32, 66, dan 83

Thalatie K Yani
26/11/2025 07:47
Studi Ungkap Lima Fase Perkembangan Otak Manusia, Titik Balik di Usia 9, 32, 66, dan 83
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH studi terbaru mengungkap otak manusia melewati lima fase perkembangan yang jelas sepanjang hidup, dengan titik perubahan signifikan terjadi di usia 9, 32, 66, dan 83 tahun. Temuan ini berasal dari analisis sekitar 4.000 pemindaian otak dari peserta berusia hingga 90 tahun.

Penelitian yang dilakukan Universitas Cambridge ini menunjukkan jaringan koneksi antar sel otak tidak berubah secara linier dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Sebaliknya, perubahan berlangsung dalam fase-fase terpisah yang mencerminkan kebutuhan dan karakteristik otak di setiap periode kehidupan.

Lima Fase Perkembangan Otak

Studi yang dipublikasikan dalam Nature Communications memetakan lima fase tersebut:

Masa kanak-kanak (0-9 tahun)

Pada fase ini, ukuran otak berkembang pesat. Namun, jumlah koneksi antar sel saraf justru mulai menurun karena otak memangkas sinaps yang dianggap tidak efisien. Proses ini membuat cara kerja otak cenderung kurang efisien.

“Otak seperti anak yang berjalan berkeliling taman, mengikuti apa pun yang menarik perhatian,” kata peneliti utama, Dr Alexa Mousley.

Masa remaja (9-32 tahun)

Perubahan besar terjadi pada usia 9 tahun ketika koneksi saraf mengalami peningkatan efisiensi secara signifikan. Dr Mousley menyebut fase ini sebagai “pergeseran terbesar” dalam perubahan otak.

Fase ini juga merupakan periode ketika risiko gangguan kesehatan mental paling tinggi. Bukti terbaru menunjukkan masa remaja berlangsung jauh lebih panjang dari yang diperkirakan, hingga awal usia 30-an. Pada fase ini pula otak mencapai puncak efisiensinya.

Masa dewasa (32-66 tahun)

Setelah mencapai puncaknya, otak memasuki periode stabilitas yang berlangsung sekitar tiga dekade. Perubahan tetap terjadi, tetapi lebih lambat. Efisiensi otak berangsur menurun, sejalan dengan kondisi yang disebut Dr Mousley sebagai “plateau kecerdasan dan kepribadian”.

Penuaan awal (66-83 tahun)

Fase ini bukan penurunan drastis, melainkan perubahan pola koneksi. Bagian-bagian otak mulai bekerja lebih terpisah, diibaratkan seperti anggota band yang memulai proyek solo mereka masing-masing.
Meski penelitian hanya mencakup otak sehat, fase ini bertepatan dengan meningkatnya insiden demensia dan tekanan darah tinggi.

Penuaan lanjut (83 tahun ke atas)

Data dalam kelompok ini lebih sedikit, tetapi kecenderungan menunjukkan pola penuaan sebelumnya menjadi lebih kuat.

Temuan yang Mengejutkan

Dr Mousley mengatakan dirinya terkejut melihat bagaimana batas usia ini “sangat selaras dengan banyak tonggak penting”. Seperti pubertas, perubahan sosial di usia 30-an, serta risiko kesehatan pada usia lanjut.

“Banyak kondisi neuropsikologis terkait dengan cara otak terhubung. Perbedaan pada koneksi otak dapat memprediksi kesulitan perhatian, bahasa, memori, dan berbagai perilaku lainnya,” ujar Duncan Astle, profesor neuroinformatika Universitas Cambridge yang terlibat dalam penelitian.

Profesor Tara Spires-Jones dari Universitas Edinburgh, yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut temuan ini sebagai “studi yang sangat keren” dan menilai hasilnya sejalan dengan pemahaman tentang penuaan otak. Namun ia mengingatkan bahwa tidak semua orang mengalami perubahan pada usia yang sama. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya