Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Andrianto Soedjarwo Kembali Terpilih Sebagai Ketua Soekarno-Hatta Trade Facilitatio Committee

Basuki Eka Purnama
26/11/2025 07:16
Andrianto Soedjarwo Kembali Terpilih Sebagai Ketua Soekarno-Hatta Trade Facilitatio Committee
Andrianto Soedjarwo memberikan pidato usai terpilih sebagai Ketua Soekarno–Hatta Trade Facilitation Committee (STFC) untuk periode 2025–2028.(MI/HO)

ANDRIANTO Soedjarwo kembali terpilih sebagai Ketua Soekarno–Hatta Trade Facilitation Committee (STFC) untuk periode 2025–2028. Terpilihnya Andrianto menjadi momentum baru bagi STFC untuk memperkuat peran sebagai pusat kolaborasi antara regulator, otoritas bandara, pelaku usaha, dan komunitas logistik di Bandara Soekarno–Hatta.

Dalam sambutannya, Andrianto menyampaikan bahwa periode kedua ini bukan sekadar melanjutkan program sebelumnya, tetapi meningkatkan standar koordinasi lintas lembaga demi kelancaran arus barang, penumpang, dan aktivitas ekonomi di bandara internasional terbesar di Indonesia tersebut. 

“Bandara Soekarno–Hatta adalah simpul ekonomi nasional. Tantangan ke depan tidak mudah, karena dinamika regulasi, tuntutan digitalisasi, dan kebutuhan integrasi antar-instansi semakin tinggi. STFC harus menjadi ruang kolaborasi yang lebih solid dan inklusif,” ujarnya.

Ia menegaskan visinya untuk menjadikan STFC sebagai pusat kolaborasi yang efisien, inklusif, dan terintegrasi, guna memperkuat daya saing pelaku usaha nasional. 

Menurutnya, forum di STFC memiliki posisi strategis karena menyatukan kepentingan regulator seperti Bea Cukai, Imigrasi, Otoritas Bandara, dan berbagai asosiasi serta perusahaan yang beroperasi di kawasan Soekarno–Hatta.

“Salah satu fokus kami adalah mengoptimalkan komunikasi dan koordinasi yang terpadu. Banyak persoalan di bandara yang sebetulnya bisa diselesaikan lebih cepat ketika semua pihak duduk bersama. Itu yang akan kami dorong,” kata Andrianto.

Ia menambahkan bahwa STFC akan meningkatkan dukungan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal agar lebih kompetitif di pasar global, khususnya yang berhubungan dengan ekosistem perdagangan dan logistik di bandara. 

Selain itu, STFC akan memperkuat jembatan komunikasi strategis antara sektor swasta dan regulator untuk mengatasi hambatan regulasi yang kerap menghambat kelancaran operasional.

Pada periode sebelumnya, STFC dikenal aktif melakukan sosialisasi berbagai aturan baru, termasuk digitalisasi layanan imigrasi dan kepabeanan, serta memfasilitasi dialog tiga arah antara regulator dan pelaku industri. 

Program serupa akan diperkuat pada periode baru ini, termasuk peningkatan literasi publik dan komunikasi terbuka agar layanan STFC semakin mudah diakses oleh seluruh pihak.

“Kami ingin STFC hadir bukan hanya ketika ada masalah, tetapi menjadi ruang yang terus hidup melalui sosialisasi, edukasi, dan dialog terbuka. Kolaborasi adalah kuncinya,” ujar Andrianto.

Dengan mandat baru hingga 2028, STFC diproyeksikan memainkan peran lebih besar dalam harmonisasi operasional logistik dan penumpang serta pembentukan kebijakan strategis yang berdampak pada aktivitas perdagangan dan layanan bandara. 

Terpilihnya kembali Andrianto membawa harapan bahwa koordinasi lintas lembaga di Soekarno–Hatta akan semakin efektif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya