Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

13 Bahaya Terlalu Lama Berdiri

Reynaldi Andrian Pamungkas
21/11/2025 21:00
13 Bahaya Terlalu Lama Berdiri
Berikut Bahaya Terlalu Lama Berdiri(freepik)

BERDIRI adalah posisi tubuh di mana seseorang menumpukan berat badannya pada kedua kaki dalam keadaan tegak.

Pada saat berdiri, tubuh berada dalam posisi vertikal dengan kaki sebagai penopang utama, sementara otot-otot kaki, pinggul, dan punggung bekerja untuk menjaga keseimbangan.

Berikut 13 Bahaya Terlalu Lama Berdiri

1. Varises

Berdiri terlalu lama membuat darah sulit kembali ke jantung, sehingga vena melebar dan menimbulkan varises.

2. Kaki Bengkak

Tekanan gravitasi membuat cairan berkumpul di kaki dan pergelangan kaki.

3. Nyeri Punggung Bawah

Otot punggung bekerja keras menopang tubuh, menyebabkan nyeri atau rasa tegang.

4. Nyeri Lutut

Sendi lutut menahan beban terus-menerus sehingga mudah aus dan sakit.

5. Kram Otot

Kurang pergerakan saat berdiri dapat memicu kram di betis atau paha.

6. Sirkulasi Darah Terganggu

Darah menumpuk di kaki, menyebabkan pusing, rasa berat, hingga kesemutan.

7. Tekanan pada Telapak Kaki

Rentan menimbulkan telapak kaki panas, kapalan, atau plantar fasciitis.

8. Nyeri Pinggul

Sendi pinggul bekerja ekstra menopang berat badan dalam waktu lama.

9. Kelelahan Ekstrem

Tubuh cepat lelah karena otot terus bekerja tanpa istirahat.

10. Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kurangnya pergerakan dapat meningkatkan tekanan darah secara bertahap.

11. Masalah Postur

Berdiri lama membuat tubuh mudah membungkuk atau condong.

12. Pusing atau Pingsan

Stagnasi darah di kaki dapat mengurangi suplai darah ke otak.

13. Risiko Cedera Sendi Jangka Panjang

Berdiri berjam-jam setiap hari dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan dan peradangan.

Untuk mencegah dampaknya, gunakan alas kaki empuk, ganti posisi setiap 10 sampai 15 menit, lakukan peregangan kaki, gunakan kursi pada jeda tertentu, serta pakai footrest atau karpet anti fatigue. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya