Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Menghidupkan Ruang Belajar, Menjadi Guru yang Menginspirasi

Indriyani Astuti
21/11/2025 08:34

ADA yang berbeda dari kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Samarinda, Kalimantan Timur, kemarin siang. Di kelas dengan pengantar bilingual, murid- murid kelas X antusias mengikuti diskusi mengenai sebuah teks yang diawali dengan game interaktif. Jam belajar dengan durasi 45 menit itu diisi oleh Direktur Pendidikan dan Profesi Guru (PPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbud) Ferry Maulana Putra. Kegiatan itu merupakan rangkaian menyambut Hari Guru Nasional. Tujuannya menghidupkan ruang belajar sehingga para siswa terinspirasi menggali ilmu dan termotivasi memilih profesi yang diminati.

Selain mengajar dan mengemas materi pembelajaran agar siswa tertarik, Ferry juga melakukan asemen profil siswa secara singkat. Ia ingin mengetahui seberapa besar minat siswa  terhadap profesi guru. "Jadi kita memang melihat antusiasme anak-anak ketika ditanya apakah mau menjadi guru atau tidak. Sebagian besar memang menyatakan ada yang bersedia, sebagian tidak bersedia. Itu hal yang lumrah, karena memang terkait dengan potensi dan bakat yang mereka miliki. Kami memberikan semacam informasi tentang bagaimana kalau mau menjadi guru di Indonesia prosesnya dari senior high school, dari SMA, kemudian S1, dan ikut PPG," terang Ferry. 

Ferry menjelaskan PPG penting terutama bagi calon guru ketika ingin mengajar di sekolah. PPG diperuntukkan bagi lulusan S1 maupun DIV yang ingin menjadi guru sebagai profesi yang diminati. Melalui program ini, peserta akan mengikuti pendidikan untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian untuk menjadi guru yang profesional. "Kenapa kita dorong lulusan-lulusan S1 untuk serta-merta ikut PPG? Karena dengan itu terjamin semua dari sisi pendidikan S1-nya, terjamin juga linearitas (materi yang diajarkan)," terang dia. 

Direktorat Jendera Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, terang Ferry, menargetkan 1,6 juta guru dapat memperoleh sertifikat pendidik dan ikut PPG. Pada 2024, sudah dilaksanakan PPG yang menjangkau 600ribu guru. Sisanya, ujar dia, diharapkan tuntas pada akhir 2025.

Guru Mata Pelajaran Kimia di SMAN 1 Samarinda Aulia Nauli Efendi merasakan manfaat mengikuti PPG. Ia mengabdi menjadi guru honorer sejak 2019 dan berkesempatan mengikuti PPG atau terpanggil tahun ini. "Setelah mengikuti PPG ini banyak inspirasi baru dan bahkan bisa saya bagi ke orang luar," terang Aulia. Aulia berhasil meraih Juara 2 GTK Transformatif Kategori Guru SMA Tingkat Provinsi Kalimantan Timur. 

Selain itu, ia juga menjadi Duta Canva di Kaltim memberikan materi bagaimana memodifikasi media pembelajaran konvensional dengan digital menggunakan aplikasi Canva. Tak hanya itu, agar lebih interaktif, ia membuat flashcard untuk kode-kode unsur kimia.

 "Dalam PPG ada namanya kinerja uji. Kita melakukan inovasi pembelajaran pada siswa. Harapannya siswa itu tidak hanya memahami konsep tapi juga bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan nyata. Saya ambil kasus di dapur, mereka itu harus mencari kode-kode kimia (dengan flashcard) dan kodenya itu rumus kimia atau nama senyawa kimia. Mana sih makanan yang mengandung racun," terang dia. 

Berbeda dengan Aulia, Guru Mata Pelajaran Sejarah Alexander Rendi Hm (PPG 2023) mengatakan setelah ikut PPG ia belajar mengemas materi agar tidak membosankan dengan memberikan materi pelajaran sejarah menggunakan komik. "Jadi outputnya lebih ke media. Kita bisa pakai AI dan media-media digital juga bisa, atau komik," terang Alexander. 

Kepala Sekolah SMAN 1 Samarinda I Putu Suberata mengatakan dari 86 guru di SMA itu, terdapat 37 guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Lalu sudah 85% guru di SMAN 1 Samarinda mengikuti PPG. " Guru P3K hampir separuhnya karena banyak guru yang pensiun," ucapnya. 

Kebutuhan guru, ujar dia, harus dipenuhi untuk mengajar total 1220 murid di sekolah tersebut. Sebagai rangkaian Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November, para murid di SMA itu memberikan bunga pada para guru sebagai ucapan terima kasih. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya