Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN, ada kecenderungan tren di media sosial mencuci rambut terlalu sering itu salah, banyak orang justru mengurangi frekuensi keramas bahkan sampai tak memakai sampo sama sekali, dengan alasan menjaga minyak alami dan kesehatan rambut. Namun menurut para ahli dan penelitian terkini, kebiasaan ini bisa jadi berbahaya, terutama untuk kesehatan kulit kepala dan risiko kerontokan.
Menurut American Hair Loss Association, tren tidak keramas dengan harapan agar rambut tetap sehat justru bisa memperburuk kondisi pada orang dengan kerontokan pola (androgenetic alopecia). Karena scalp tidak dibersihkan secara rutin, sebum (minyak alami) menumpuk dan “mengurung” hormon DHT (penyebab utama folikel menyusut), serta sitokin inflamasi, di dekat folikel rambut.
Akumulasi ini bisa memicu peradangan kronis dan ketidakseimbangan mikroba di kulit kepala. Ketidak seimbangan itu mempercepat miniaturisasi folikel atau proses menyusutnya folikel rambut.
Sementara itu, kekhawatiran terhadap bahan sampo seperti sulfat juga tidak sepenuhnya berdasar. Meskipun beberapa jenis sulfat dapat membuat kulit kepala kering, bukti ilmiah menunjukkan mereka tidak menyebabkan kerontokan permanen karena efeknya hanya pada lapisan kutikula rambut, bukan folikel.
Gaya hidup yang padat (multi-use lifestyle) juga memperburuk masalah scalp congestion. Scalp congestion yaitu penumpukan keringat, minyak, sel kulit mati, residu produk styling, dan partikel polusi di kulit kepala.
Menurut Deveraux Specialties, faktor-faktor seperti sering olahraga, penggunaan dry shampoo berlebihan, polusi udara, dan rutinitas styling berat saling menguatkan dalam menimbulkan kepadatan di kulit kepala.
Akumulasi tersebut tidak hanya bersifat kosmetik. Akumlasi itu bisa menyebabkan penyumbatan folikel, ketidakseimbangan mikrobioma, peradangan, bahkan memperlambat pertumbuhan rambut.
Untuk mengatasinya, dibutuhkan perawatan holistik. Seperti eksfoliasi ringan, pembersihan dengan formula yang tepat (tidak terlalu keras), dan menjaga keseimbangan mikrobioma.
Menurut analisis situs AI-Care, jarang mencuci rambut bisa menimbulkan:
Sebum dan polutan yang menumpuk bisa memicu ketombe, peradangan kulit kepala, dan meningkatnya risiko kerontokan.
Tren “hair training” (tidak keramas hingga 30 hari) pun mendapat kritik. Pakar menyebut terlalu jarang mencuci bisa meningkatkan sensitivitas kulit kepala dan memicu kerontokan.
Dari berbagai riset dan artikel, ada beberapa poin yang bisa dijadikan pedoman agar kulit kepala tetap sehat tanpa harus “kelewat bersih".
Meskipun tren “kurang keramas = menjaga rambut” populer, ilmuwan dan profesional perawatan rambut mengingatkan kebersihan kulit kepala tetap penting. Daripada menahan diri mencuci terlalu lama, strategi yang lebih sehat adalah menyeimbangkan perawatan dengan frekuensi yang sesuai, serta menggunakan produk yang tepat. Kulit kepala yang sehat bisa memberi fondasi kuat untuk pertumbuhan rambut yang optimal. (American Hair Loss Association/Deveraux Specialties/CeraVe/Z-2)
Bunga telang sering dimanfaatkan sebagai teh herbal karena dipercaya punya banyak khasiat. Mulai dari menjaga fungsi otak, mengatasi kerontokan rambut, hingga menurunkan berat badan.
kerontokan rambut yang berpola, kondisi itu bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Sementara garis rambut yang mundur lebih umum terjadi pada pria.
RAMBUT rontok memang umum terjadi dan dalam dunia medis dikenal sebagai alopecia. Namun, tahukah Anda bahwa pola makan dan asupan nutrisi juga berperan besar terhadap kondisi ini?
Banyak orang fokus pada perawatan luar seperti sampo atau masker rambut, padahal rahasia utama rambut yang sehat dan lebat justru berasal dari dalam tubuh.
Saat menyisir rambut, tidak jarang Anda menemukan beberapa helai rambut yang rontok, dan ini merupakan bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut yang terjadi setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved