Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS Balada Si Roy, Gol A Gong, menyampaikan gagasan agar sastra menjadi pelajaran wajib di sekolah. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat budaya membaca sebagai bagian dari gaya hidup mendasar para pelajar.
Duta Baca Indonesia 2021–2025 itu menegaskan bahwa rendahnya minat baca bukan semata akibat sikap malas. Menurut dia, persoalannya terletak pada belum adanya kebiasaan membaca yang secara sistematis dibangun di institusi pendidikan.
Gol A Gong pun mengajak pemerintah merumuskan aturan yang menetapkan aktivitas membaca sastra sebagai kegiatan rutin bagi siswa. "Yang harus dilakukan itu, Undang-Undang yang mewajibkan siswa membaca sastra," kata Gol A Gong, seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/11). Ia menginginkan agar kebiasaan membaca karya sastra diterapkan sejak SD hingga SMA sehingga terbentuk pola yang berkelanjutan.
Ruang Jeda
Bagi penulis bernama asli Heri H Harris ini, karya sastra berperan sebagai sebagai "ruang jeda" dari banjir informasi digital yang dangkal. Membaca sastra baik fiksi maupun nonfiksi membantu membangun kemampuan berpikir mendalam, empati, serta analisis yang menyeluruh. Kemampuan-kemampuan itu semakin jarang di tengah budaya menggulir layar dengan cepat.
Gol A Gong juga menekankan bahwa sastra tidak sekadar bagian kecil dari pelajaran bahasa, tetapi kebiasaan yang turut membentuk tokoh-tokoh besar. Ia pun menyebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga membaca karya sastra.
Ia menambahkan bahwa banyak ilmuwan dunia mencapai keberhasilan karena terbiasa membaca karya sastra. Hal tersebut menunjukkan bahwa sastra berperan dalam mengasah kecerdasan emosional dan intelektual, yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap Komisi X DPR yang sedang membahas revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (revisi UU Sisdiknas) dapat mempertimbangkan usul ini. Momentum tersebut bisa menjadi jalan untuk memasukkan sastra sebagai pelajaran wajib, mengingat Pasal 37 ayat 1 hanya mencantumkan sepuluh mata pelajaran inti dan sastra belum termasuk di dalamnya. (M-1)
UPI menilai pendekatan terintegrasi memungkinkan penyederhanaan tahapan pendidikan calon guru sekaligus memastikan kompetensi.
Menurut Prof Sholehudin, UU Sidiknas itu mungkin bagus pada zamannya, tetapi karena berbagai perubahan dan kondisi yang terus berkembang, tentu perlu dilakukan penyesuaian.
Article 33 Indonesia memaparkan hasil analisis dan rangkaian diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait rencana revisi UU Sisdiknas.
Rencana revisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) diusulkan untuk memasukkan unsur agama dalam pendidikan di Indonesia.
Revisi UU Sisdiknas yang mencakup akan UU Guru dan Dosen, UU Dikti, dan UU Pesantren dengan skema kodifikasi menjadi momentum yang sangat tepat untuk pembenahan sistem pendidikan Indonesia.
Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan minat baca warga Purwakarta.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak memperingati Bulan Gemar Membaca 2025 sebagai upaya menumbuhkan literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat.
Tujuan utama dari Aksara Ngabuburead adalah untuk merangsang minat baca serta membangun diskusi yang lebih luas mengenai dunia literasi.
PENDIDIKAN menjadi pondasi penting bagi kemajuan suatu bangsa atau negara. Dengan akses pendidikan yang merata diharapkan dapat mendorong peningkatan edukasi.
Meningkatkan literasi dan minat baca dapat memengaruhi pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved