Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Idgham Bighunnah: Pengertian, Contoh, dan Cara Membaca yang Benar

mediaindonesia.com
19/11/2025 13:23
Idgham Bighunnah: Pengertian, Contoh, dan Cara Membaca yang Benar
Ilustrasi(Antara)

Idgham bighunnah adalah salah satu hukum tajwid yang penting dalam membaca Al-Qur'an. Hukum ini membantu kita melafalkan ayat-ayat suci dengan benar dan indah. Artikel ini akan menjelaskan pengertian idgham bighunnah, memberikan contoh-contoh, serta panduan cara membacanya agar mudah dipahami, khususnya untuk pemula.

Pengertian Idgham Bighunnah

Idgham bighunnah adalah hukum tajwid di mana huruf nun sukun (نْ) atau tanwin (ًٌٍ) bertemu dengan salah satu dari empat huruf idgham bighunnah, yaitu ya (ي), nun (ن), mim (م), dan waw (و). Kata "idgham" berarti memasukkan, sedangkan "bighunnah" artinya dengan dengung. Jadi, saat membaca, huruf nun atau tanwin dilebur ke huruf berikutnya dengan suara dengung selama 2-3 harakat.

Contoh sederhana: kata min yaum dibaca menjadi miyyaum dengan dengung. Hukum ini membuat bacaan Al-Qur'an terdengar lebih halus dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Huruf Idgham Bighunnah

Huruf-huruf idgham bighunnah mudah diingat dengan singkatan "yanmu", yaitu:

  • Ya (ي)
  • Nun (ن)
  • Mim (م)
  • Waw (و)

Jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf ini dalam dua kata yang berbeda, maka hukum idgham bighunnah berlaku.

Contoh Idgham Bighunnah dalam Al-Qur'an

Berikut adalah beberapa contoh idgham bighunnah yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur'an, lengkap dengan teks Arab, latin, dan cara membacanya:

  1. Surah Al-Baqarah ayat 29:

    مِنْ يَشَاءُ

    Latin: Min yasyaa'

    Cara baca: Miyyasyaa' (nun sukun dilebur ke huruf ya dengan dengung).

  2. Surah An-Nisa ayat 163:

    مِنْ نُوحٍ

    Latin: Min nuuh

    Cara baca: Minnuuh (nun sukun dilebur ke huruf nun dengan dengung).

  3. Surah Al-Hajj ayat 34:

    مَنْ وَقَى

    Latin: Man waqaa

    Cara baca: Mawwaqaa (nun sukun dilebur ke huruf waw dengan dengung).

Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana idgham bighunnah diterapkan dalam bacaan Al-Qur'an. Dengung yang dihasilkan membuat bacaan lebih merdu dan sesuai dengan tajwid.

Cara Membaca Idgham Bighunnah

Membaca idgham bighunnah tidak sulit jika kamu memahami langkah-langkahnya. Berikut adalah panduan sederhana:

  1. Kenali hurufnya: Pastikan huruf yang kamu baca adalah nun sukun atau tanwin yang diikuti oleh huruf ya, nun, mim, atau waw.
  2. Leburkan huruf: Nun sukun atau tanwin tidak dibaca jelas, melainkan dilebur ke huruf berikutnya.
  3. Tambahkan dengung: Saat meleburkan, baca dengan dengung selama 2-3 harakat (sekitar 1-1,5 detik).
  4. Praktikkan: Cobalah membaca ayat-ayat di atas dengan suara untuk membiasakan diri.

Tips: Dengarkan murottal dari qari terkenal seperti Syeikh Mishary Rashid untuk memahami cara pengucapan yang benar.

Kapan Idgham Bighunnah Tidak Berlaku?

Idgham bighunnah hanya berlaku jika nun sukun atau tanwin dan huruf yanmu berada dalam dua kata yang berbeda. Jika berada dalam satu kata, seperti kata dunya atau sinwan, maka hukumnya bukan idgham bighunnah, melainkan bacaan biasa tanpa dengung.

Pentingnya Memahami Idgham Bighunnah

Memahami idgham bighunnah tidak hanya membantu kita membaca Al-Qur'an dengan benar, tetapi juga menjaga makna ayat. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Latin: Khairukum man ta'allamal Qur'aana wa 'allamahu

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan pentingnya belajar tajwid, termasuk idgham bighunnah, untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui bacaan Al-Qur'an yang benar.

Kesimpulan

Idgham bighunnah adalah hukum tajwid yang mengatur peleburan nun sukun atau tanwin dengan huruf ya, nun, mim, dan waw, disertai dengung. Dengan memahami pengertian, contoh, dan cara membacanya, kita bisa melafalkan Al-Qur'an dengan lebih baik. Praktikkan ayat-ayat yang mengandung idgham bighunnah dan dengarkan bacaan qari untuk hasil yang optimal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya