Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Mempelajari ilmu tajwid merupakan langkah krusial agar dapat membaca Al-Qur'an dengan tartil, benar, dan indah. Salah satu hukum bacaan yang paling sering ditemui dan wajib dipahami adalah contoh idgham bighunnah. Kesalahan dalam melafalkan hukum ini dapat mengubah bunyi dan kesempurnaan bacaan ayat suci. Oleh karena itu, memahami pengertian, huruf-hurufnya, hingga cara pengucapannya yang tepat sangatlah penting bagi setiap muslim.
Secara bahasa, idgham berarti memasukkan atau meleburkan, sedangkan bighunnah artinya dengan dengung. Hukum ini terjadi ketika Nun Sukun (n) atau Tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf hijaiyah tertentu. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai definisi, kaidah, serta memberikan daftar contoh yang komprehensif dari berbagai surat dalam Al-Qur'an untuk memudahkan Anda dalam belajar.
Dalam ilmu tajwid, Idgham Bighunnah (dikenal juga dengan Idgham Ma'al Ghunnah) adalah hukum bacaan yang terjadi apabila ada Nun Sukun (نْ) atau Tanwin (ً ٌ ٍ) bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu Ya (ي), Nun (ن), Mim (م), dan Wau (ى). Keempat huruf ini sering disingkat dengan sebutan YANMU untuk memudahkan hafalan.
Cara membacanya adalah dengan meleburkan bunyi Nun Sukun atau Tanwin ke dalam huruf berikutnya, disertai dengan suara dengung (ghunnah) yang keluar dari pangkal hidung (khaisyum). Dengungan ini harus ditahan kira-kira selama 2 harakat atau 2 ketukan.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, huruf idgham bighunnah berjumlah empat. Berikut adalah rinciannya:
Syarat mutlak terjadinya idgham bighunnah adalah pertemuan antara Nun Sukun atau Tanwin dengan huruf-huruf tersebut terjadi dalam dua kata yang terpisah. Jika pertemuan tersebut terjadi dalam satu kata, maka hukumnya berubah menjadi Izhar Mutlaq (dibaca jelas), seperti pada kata Ad-Dunya atau Sinwanun.
Berikut adalah uraian lengkap contoh-contoh penggunaan hukum bacaan ini berdasarkan hurufnya, diambil langsung dari ayat-ayat Al-Qur'an agar Anda dapat mempraktikkannya secara langsung.
Ketika Nun Sukun atau Tanwin bertemu huruf Ya, bunyi 'N' melebur menjadi 'Y' disertai dengung.
Contoh dalam Surat Az-Zalzalah Ayat 7:
فمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَهلَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Famay ya'mal mitsqala dzarratin khairay yarah.
Pada ayat di atas (baca selengkapnya di Surat Az-Zalzalah), terdapat dua hukum idgham bighunnah. Pertama, Nun Sukun bertemu Ya pada lafaz Famay ya'mal. Kedua, Tanwin bertemu Ya pada lafaz khairay yarah.
Contoh dalam Surat Al-Baqarah Ayat 8:
وَمِنَ لنَّاسِ مَنْ يَقُولُ أَمَنَّا
Wa minan-naasi may yaquulu aamannaa...
Perhatikan lafaz may yaquulu, di mana Nun Sukun bertemu dengan Ya. Bacaan dilebur dan didengungkan.
Bunyi 'N' melebur menjadi 'W' dengan dengung yang menahan.
Contoh dalam Surat Al-Lahab Ayat 1:
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Tabbat yadaa abii lahabiw watabba.
Di sini (lihat Surat Al-Lahab), Tanwin (kasratain) pada kata lahabin bertemu dengan huruf Wau, sehingga dibaca lahabiw watabba.
Contoh dalam Surat Al-Baqarah Ayat 7:
وَعَلَىٰ أَبْصَٰرِهِمْ غِشَٰوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
...ghisyawatuw walahum 'adzabun 'azhim.
Tanwin (dhammahtain) bertemu dengan Wau, dibaca melebur dengan dengung.
Ini adalah pertemuan yang sangat jelas dengungnya, bunyi 'N' masuk sempurna ke 'M'.
Contoh dalam Surat Al-Lahab Ayat 5:
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ
Fii jiidihaa hablum mim masad.
Terdapat dua kejadian idgham bighunnah berurutan. Pertama, Tanwin bertemu Mim (hablum mim). Kedua, Nun Sukun bertemu Mim (mim masad).
Contoh dalam Surat Al-Humazah Ayat 2:
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ
Alladzii jama'a maalaw wa 'addadah.
Pada ayat ini (cek Surat Al-Humazah), Tanwin (fathatain) bertemu dengan Wau.
Pertemuan sesama huruf Nun atau Tanwin dengan Nun akan menghasilkan tasydid yang didengungkan.
Contoh dalam Surat Al-Ghashiyah Ayat 5:
تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ أَنِيَةٍ
Meskipun ayat 5 adalah Izhar, mari kita lihat ayat 8 di Surat Al-Ghashiyah:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ
Wujuuhuy yauma-idzin naa'imah.
Perhatikan lafaz yauma-idzin naa'imah. Tanwin bertemu dengan huruf Nun.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua pertemuan Nun Sukun dengan huruf Ya, Nun, Mim, atau Wau dibaca idgham. Jika pertemuan tersebut terjadi dalam satu kata (kalimah), maka hukumnya adalah Izhar Mutlaq, yang berarti harus dibaca jelas tanpa dengung.
Dalam Al-Qur'an, kasus ini hanya terjadi pada empat kata berikut:
Memahami perbedaan ini sangat vital agar tidak tertukar saat membaca ayat-ayat yang mengandung kata tersebut, seperti dalam Surat Al-Kahfi atau Surat As-Saff.
Menguasai contoh idgham bighunnah dan cara pelafalannya adalah fondasi penting dalam tahsin Al-Qur'an. Kuncinya adalah mengenali huruf YANMU (Ya, Nun, Mim, Wau) setelah Nun Sukun atau Tanwin, memastikan itu terjadi di dua kata yang berbeda, dan memberikan hak dengung (ghunnah) selama dua harakat. Dengan berlatih menggunakan contoh-contoh di atas, bacaan Al-Qur'an Anda akan menjadi lebih fasih dan sesuai dengan kaidah tajwid yang berlaku.
Pelajari idgham bighunnah: pengertian, contoh, dan cara baca. Pahami hukum tajwid dengan ayat Al-Qur'an dan tips mudah untuk pemula.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved