Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif: Panduan Lengkap dengan Contoh Nyata

Wisnu Arto Subari
18/11/2025 22:09
Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif: Panduan Lengkap dengan Contoh Nyata
Ilustrasi.(Freepik)

Di dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhubungan dengan orang lain. Mulai dari keluarga, teman sekolah, tetangga, hingga orang yang baru dikenal di jalan.

Semua hubungan itu disebut bentuk bentuk interaksi sosial. Ada interaksi yang membuat kita semakin dekat dan bersatu, ada pula yang justru menjauhkan atau bahkan memicu konflik.

Dalam ilmu sosiologi, bentuk bentuk interaksi sosial dibagi menjadi dua kelompok utama: asosiatif dan disosiatif. Artikel ini akan membahas keduanya secara mendalam dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa kelas 7-8, lengkap dengan contoh nyata dan penjelasan sederhana.

Baca juga: 7 Faktor Penyebab Perubahan Sosial yang Wajib Diketahui Contoh Nyata di Indonesia

Pengertian Interaksi Sosial

Sebelum masuk ke bentuk-bentuknya, kita pahami dulu apa itu interaksi sosial. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih yang saling memengaruhi. Syaratnya: ada kontak (bisa langsung atau tidak langsung) dan komunikasi.

Contoh sederhana: kamu menyapa teman di kelas (kontak dan komunikasi), lalu temanmu menjawab sapaanmu. Itulah interaksi sosial!

Baca juga: Sosial Adalah Pengertian, Jenis, dan Bentuk Interaksi Sosial yang Perlu Kamu Tahu

Interaksi Sosial Asosiatif: Bentuk yang Menyatukan

Interaksi asosiatif adalah semua bentuk hubungan yang mendekatkan, menyatukan, dan mempererat hubungan antarindividu atau kelompok. Bentuk ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.

1. Kerja Sama (Kooperasi)

Kerja sama adalah bentuk interaksi di mana dua pihak atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Kerja sama bisa dilakukan secara sukarela atau karena keharusan.

Baca juga: Memahami Kedudukan Pilar Utama Struktur Sosial dan Hukum

Ciri-ciri Kerja Sama:

  • Ada tujuan bersama
  • Saling membantu
  • Adanya pembagian tugas
  • Saling percaya

Contoh Kerja Sama di Kehidupan Sehari-hari:

  • Gotong royong membersihkan selokan di kampung
  • Teman-teman mengerjakan proyek kelompok di sekolah
  • Tim sepak bola bekerja sama mencetak gol
  • Orang tua dan anak bekerja sama memasak di dapur

Baca juga: Internal Adalah Memahami Faktor Penting dalam Integrasi Sosial

2. Akomodasi

Akomodasi adalah proses penyesuaian untuk mengurangi atau menyelesaikan konflik. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan tanpa ada pihak yang merasa kalah.

Bentuk-bentuk Akomodasi:

  • Kompromi: kedua pihak saling mengalah sedikit. Contoh: dua teman berebut kursi, akhirnya sepakat gantian duduk.
  • Toleransi: saling menghormati perbedaan tanpa campur tangan. Contoh: tetangga berbeda agama saling menghormati saat ibadah.
  • Arbitrase: pihak ketiga membantu menyelesaikan masalah. Contoh: guru menjadi penengah saat dua siswa bertengkar.

Baca juga: Hubungan Sosial Pentingnya Interaksi Manusia

3. Asimilasi

Asimilasi terjadi ketika dua kelompok atau budaya yang berbeda menyatu sepenuhnya menjadi satu identitas baru. Salah satu budaya biasanya lebih dominan dan yang lain melebur ke dalamnya.

Contoh Asimilasi:

  • Anak pendatang dari Jawa di Papua lama-lama berbicara dengan logat Papua dan mengikuti adat setempat.
  • Perkawinan antarsuku yang membuat keluarga baru memiliki budaya campuran.

Baca juga: Norma Aturan yang Mengatur Kehidupan Sosial

4. Akulturasi

Berbeda dengan asimilasi, akulturasi adalah percampuran budaya tanpa menghilangkan identitas asli masing-masing. Hasilnya adalah budaya baru yang unik.

Contoh Akulturasi:

  • Makanan seperti nasi goreng yang dipengaruhi masakan Tiongkok
  • Arsitektur masjid di Indonesia yang memadukan unsur Hindu, Arab, dan lokal
  • Baju batik yang dikombinasikan dengan model pakaian modern

Baca juga: Faktor yang Pengaruhi Dinamika Penduduk Analisis Sosial

Interaksi Sosial Disosiatif: Bentuk yang Memisahkan

Meskipun terdengar negatif, interaksi disosiatif juga merupakan bagian alami dari kehidupan bermasyarakat. Jika dikelola dengan baik, bahkan persaingan bisa mendorong kemajuan.

1. Persaingan (Kompetisi)

Persaingan terjadi ketika individu atau kelompok berusaha mencapai tujuan yang sama, tetapi hanya satu yang bisa menang.

Baca juga: Eksploitasi Adalah Memahami Ketidakadilan Sosial

Jenis Persaingan:

  • Persaingan sehat: sesuai aturan. Contoh: lomba cerdas cermat antarkelas.
  • Persaingan tidak sehat: curang. Contoh: menjelekkan saingan agar kalah.

Contoh Persaingan:

  • Siswa bersaing mendapat peringkat 1 di kelas
  • Pedagang di pasar bersaing menarik pembeli
  • Atlet berlomba memecahkan rekor

Baca juga: Sosialisasi Adalah Proses Interaksi dalam Masyarakat

2. Kontravensi

Kontravensi adalah bentuk ketidaksetujuan yang tersembunyi atau tidak diungkapkan secara terbuka. Biasanya ditunjukkan melalui sikap tidak suka, gosip, atau provokasi halus.

Contoh Kontravensi:

  • Menggerutu dalam hati saat teman dipuji guru
  • Menyebarkan rumor kecil tentang seseorang
  • Melirik sinis saat orang lain mendapat hadiah

Baca juga: Perubahan Sosial Dinamika Masyarakat yang Terus Berlanjut

3. Pertentangan (Konflik)

Konflik adalah bentuk interaksi disosiatif yang paling keras. Terjadi ketika ada pertentangan terbuka antara individu atau kelompok.

Penyebab Konflik:

  • Perbedaan kepentingan
  • Salah paham
  • Perebutan sumber daya

Contoh Konflik:

  • Dua teman bertengkar karena berebut bola
  • Demonstrasi buruh menuntut kenaikan gaji
  • Perselisihan antarwarga karena batas tanah

Baca juga: Masalah Sosial Tantangan yang Dihadapi Masyarakat Modern

Perbandingan Interaksi Asosiatif dan Disosiatif

Berikut tabel sederhana untuk memudahkan pemahaman:

Aspek Asosiatif Disosiatif
Tujuan Menyatukan Memisahkan
Contoh Kerja sama, akulturasi Persaingan, konflik
Dampak Harmoni, kemajuan bersama Tegang, tapi bisa memotivasi

Mengapa Kita Harus Memahami Bentuk Bentuk Interaksi Sosial?

Memahami bentuk bentuk interaksi sosial membantu kita:

  1. Membangun hubungan baik – tahu kapan harus bekerja sama atau menghindari konflik.
  2. Mengelola emosi – tidak mudah tersulut saat ada persaingan.
  3. Menciptakan lingkungan aman – di sekolah, rumah, dan masyarakat.
  4. Mendukung pembangunan – negara maju karena kerja sama yang kuat.

Baca juga: Syarat Agar Terjadi Integrasi Sosial Kunci Kesuksesan

Contoh Interaksi Sosial di Sekolah

Sekolah adalah tempat terbaik untuk melihat bentuk bentuk interaksi sosial:

  • Asosiatif: piket kelas bersama, upacara bendera, osis mengadakan lomba.
  • Disosiatif: rebutan tempat duduk, iri saat teman menang lomba, gosip di kantin.

Baca juga: Fungsi Sosialisasi Pentingnya Interaksi dalam Kehidupan

Cara Mengelola Interaksi Disosiatif Agar Tidak Merusak

Meski bersifat memisahkan, interaksi disosiatif bisa dikendalikan:

  • Komunikasi terbuka: bicara baik-baik saat ada masalah.
  • Sikap sportif: terima kekalahan dengan lapang dada.
  • Melibatkan pihak netral: minta bantuan guru atau orang tua.
  • Fokus pada tujuan bersama: ingat bahwa kita satu tim.

Baca juga: Permasalahan Sosial Tantangan yang Dihadapi Masyarakat

Kesimpulan: Semua Bentuk Interaksi Itu Wajar

Bentuk bentuk interaksi sosial – baik asosiatif maupun disosiatif – adalah bagian dari kehidupan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Pilihlah kerja sama daripada konflik, tapi tetap jadilah orang yang berani bersaing secara sehat. Dengan begitu, kita bisa hidup rukun dan maju bersama.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya