Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CARLO Acutis adalah seorang remaja Italia yang lahir pada 3 Mei 1991 di London, Inggris. Meski hidupnya singkat, hanya sampai usia 15 tahun, Carlo Acutis meninggalkan jejak besar dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenal sebagai santo milenial pertama, canonized pada 7 September 2025 oleh Paus Leo XIV. Bayangkan, seorang anak yang suka main game dan coding bisa jadi teladan iman bagi jutaan orang. Carlo Acutis menunjukkan bahwa kekudusan bukan untuk orang suci saja, tapi untuk semua orang, termasuk kamu yang baca ini.
Keluarga Carlo Acutis pindah ke Milan, Italia, tak lama setelah kelahirannya. Ayahnya, Andrea Acutis, dan ibunya, Antonia Salzano, awalnya tidak terlalu taat beragama. Tapi, Carlo Acutis berubahkan itu semua. Sejak usia tujuh tahun, ia sudah ikut Misa setiap hari dan berdoa Rosario. Ia bilang, "Rahasia saya adalah bertemu Yesus setiap hari." Pengaruhnya begitu kuat sampai ibunya mulai ikut ke gereja setiap hari. Carlo Acutis juga suka bantu orang miskin, beri makanan pada tunawisma, dan rawat hewan peliharaan seperti anjing dan kucingnya.
Di sekolah Jesuit di Milan, Carlo Acutis unggul dalam pelajaran komputer. Ia pandai coding dan buat website. Tapi, ia tidak buang waktu di depan layar sia-sia. Carlo Acutis gunakan skillnya untuk hal baik, seperti buat situs tentang mukjizat Ekaristi. Situs itu kumpul cerita mukjizat dari seluruh dunia, lengkap dengan foto dan data. Ini buat orang mudah paham keajaiban Tuhan lewat internet. Carlo Acutis juga suka main game seperti Super Mario, tapi ia batasi waktu agar tidak kecanduan.
Pada Oktober 2006, Carlo Acutis didiagnosis leukemia akut. Meski sakit parah, ia tawarkan penderitaannya untuk Paus Benediktus XVI dan Gereja. "Saya tawarkan semua penderitaan saya untuk Paus dan Gereja, supaya langsung ke surga," katanya. Ia meninggal pada 12 Oktober 2006 di Monza, Italia. Tubuhnya kini disimpan di Assisi, dekat makam St. Fransiskus, dan terlihat utuh seperti saat meninggal. Kisah Carlo Acutis ini buat banyak orang terinspirasi, termasuk teman-temannya yang bilang ia anak biasa tapi penuh kasih.
Proses menjadi santo dimulai setelah dua mukjizat diakui. Yang pertama pada 2013, penyembuhan seorang anak Brasil dari pankreatitis usus buntu setelah ibunya berdoa di makam Carlo Acutis. Yang kedua pada 2024, seorang gadis Italia sembuh dari trauma kepala berat setelah kunjungan ibunya ke Assisi. Ini buat Carlo Acutis dibuatif pada 2020 dan canonized pada 2025. Ia jadi santo pelindung internet dan anak muda, pakai jeans dan sneakers di patungnya.
Carlo Acutis ajarkan kita bahwa teknologi bisa jadi alat Tuhan. Ia bilang, "Semua orang lahir asli, tapi mati sebagai kopi." Artinya, jadilah diri sendiri, jangan tiru orang lain. Hari ini, situsnya masih hidup dan inspirasi banyak orang buat bagikan iman lewat media sosial. Carlo Acutis juga punya devosi khusus pada Bunda Maria, yang ia sebut "satu-satunya wanita dalam hidup saya." Kisahnya buktikan, kekudusan bisa dicapai di zaman sekarang, dengan cinta pada Ekaristi dan sesama.
(P-4)
Paus Leo XIV pada Konsistori Publik Biasa pertamanya mengumumkan kanonisasi delapan Beato, termasuk dua sosok muda yang amat dicintai umat: Pier Giorgio Frassati dan Carlo Acutis.
Puluhan ribu umat Katolik memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (7/9), dalam upacara kanonisasi Carlo Acutis dan Pier Giorgio Frassati.
Vatikan, pusat Gereja Katolik di Roma, menetapkan momen bersejarah pada 7 September 2025. Paus Leo XIV mengumumkan kanonisasi dua figur muda Katolik.
Carlo Acutis, seorang remaja asal London yang dijuluki sebagai Influencer Tuhan karena dedikasi dan keberaniannya, akan diangkat menjadi orang suci pada bulan April mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved