Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKTERI penyebab Tuberkulosis (Tb) dikenal sebagai salah satu mikroorganisme paling tangguh di dunia. Ketahanannya terhadap berbagai kondisi ekstrem dan obat-obatan membuat penyakit ini sulit disembuhkan sepenuhnya, serta menjadikannya sebagai penyakit menular paling mematikan di dunia hingga saat ini.
Pakar Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. dr. Inayati, menjelaskan bahwa kekuatan utama bakteri Tb terletak pada struktur dinding selnya yang tebal dan kaya lemak. Lapisan lemak tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari lingkungan luar, tetapi juga menghambat kerja antibiotik yang digunakan dalam terapi.
“Dinding sel Mycobacterium tuberculosis memiliki lapisan lemak rantai panjang yang disebut mycolic acid. Lapisan ini bersifat tidak larut air, sehingga obat-obatan berbasis air memerlukan waktu lebih lama untuk menembusnya. Itulah mengapa pengobatan Tb bisa berlangsung hingga enam bulan atau lebih. Bukan karena obatnya lemah, tetapi karena bakterinya memiliki pertahanan biologis yang luar biasa kuat,” ungkapnya dilansir dari laman resmi UMY, Minggu (16/11).
Ia menambahkan, struktur unik tersebut menjadikan Mycobacterium tuberculosis sulit dihancurkan, baik oleh sistem imun tubuh maupun oleh terapi antibiotik. Bakteri ini bahkan mampu bertahan dalam kondisi dorman (tidur) di dalam tubuh manusia selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala, lalu aktif kembali saat daya tahan tubuh menurun.
“Pasien yang sudah dinyatakan sembuh pun tetap memiliki risiko kambuh, karena sebagian bakteri bisa bertahan dalam kondisi tidak aktif dan sewaktu-waktu kembali aktif,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Inayati menjelaskan bahwa Mycobacterium tuberculosis merupakan bagian dari genus besar Mycobacterium yang terdiri dari berbagai spesies dengan tingkat patogenitas berbeda.
“Dalam genus Mycobacterium, ada banyak spesies, seperti M. bovis, M. avium, dan lainnya. Namun, yang paling sering menyebabkan penyakit pada manusia adalah M. tuberculosis, M. bovis, dan M. avium. Ketiganya bisa menyerang sistem pernapasan, tetapi yang paling dominan menyebabkan Tb pada manusia adalah M. tuberculosis,” ungkapnya.
Selain daya tahannya yang tinggi, karakteristik biologis bakteri ini juga menjadi tantangan dalam proses diagnosis. Karena pertumbuhannya sangat lambat, pemeriksaan kultur di laboratorium bisa memakan waktu hingga enam minggu untuk mendeteksi keberadaannya.
“Untuk mempercepat deteksi, kini digunakan metode pemeriksaan molekuler seperti GenXpert (PCR) yang dapat mengenali gen spesifik Mycobacterium tuberculosis hanya dalam hitungan jam,” jelas dr. Inayati.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal Tb seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, keringat malam, dan mudah lelah.
“Tidak heran bila Tb masih menjadi penyakit menular yang mematikan. Karena itu, siapa pun yang mengalami gejala mencurigakan sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar dapat ditangani sejak dini,” imbau dr. Inayati. (H-1)
Presiden sejak lama memiliki komitmen untuk menghapus TB dari Indonesia, mengingat penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kematian utama.
Skrining rutin pada kelompok berisiko tinggi, seperti petugas kesehatan dan orang yang tinggal di rumah dengan penderita Tb harus rutin dilakukan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved