Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IMBUHAN adalah bagian penting dalam tata bahasa Indonesia. Dengan imbuhan, kita bisa mengubah makna kata dasar menjadi lebih beragam. Artikel ini akan menjelaskan apa itu imbuhan, jenis-jenisnya, serta contoh yang mudah dipahami.
Imbuhan adalah satuan bahasa yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna berbeda. Imbuhan sering disebut juga sebagai afiks. Tanpa imbuhan, banyak kata dalam bahasa Indonesia tidak akan lengkap atau bermakna ganda.
Misalnya, kata dasar "makan" bisa menjadi "memakan", "termakan", atau "makanan" berkat imbuhan.
Imbuhan membantu kita menyampaikan ide dengan lebih tepat. Imbuhan juga membuat bahasa Indonesia kaya dan fleksibel. Pelajar kelas 7-8 wajib memahami imbuhan untuk menulis dan berbicara dengan baik.
Ada empat jenis utama imbuhan dalam bahasa Indonesia. Setiap jenis memiliki aturan penempatan sendiri.
Awalan adalah imbuhan yang diletakkan di depan kata dasar. Contoh awalan: me-, ber-, di-, ter-, pe-, se-.
Akhiran adalah imbuhan yang diletakkan di belakang kata dasar. Contoh akhiran: -an, -i, -kan, -nya.
Sisipan adalah imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar. Contoh sisipan: -el-, -em-, -er-, -in-.
Konfiks adalah gabungan awalan dan akhiran yang digunakan bersamaan. Contoh: ke-an, pe-an, ber-an, per-an.
Berikut contoh penggunaan imbuhan dalam kalimat sehari-hari:
Memahami imbuhan sangat membantu dalam menguasai bahasa Indonesia. Mulailah dengan mengenali jenis imbuhan dan latihan membuat kata baru. Dengan sering berlatih, kamu akan lancar menggunakan imbuhan dalam tulisan dan percakapan. (P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved