Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Imbuhan dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Akmal Fauzi
15/11/2025 01:07
Imbuhan dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap
ilustrasi(freepik)

IMBUHAN adalah bagian penting dalam tata bahasa Indonesia. Dengan imbuhan, kita bisa mengubah makna kata dasar menjadi lebih beragam. Artikel ini akan menjelaskan apa itu imbuhan, jenis-jenisnya, serta contoh yang mudah dipahami.

Pengertian Imbuhan

Imbuhan adalah satuan bahasa yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna berbeda. Imbuhan sering disebut juga sebagai afiks. Tanpa imbuhan, banyak kata dalam bahasa Indonesia tidak akan lengkap atau bermakna ganda.

Misalnya, kata dasar "makan" bisa menjadi "memakan", "termakan", atau "makanan" berkat imbuhan.

Mengapa Imbuhan Penting?

Imbuhan membantu kita menyampaikan ide dengan lebih tepat. Imbuhan juga membuat bahasa Indonesia kaya dan fleksibel. Pelajar kelas 7-8 wajib memahami imbuhan untuk menulis dan berbicara dengan baik.

Jenis-Jenis Imbuhan

Ada empat jenis utama imbuhan dalam bahasa Indonesia. Setiap jenis memiliki aturan penempatan sendiri.

1. Awalan (Prefiks)

Awalan adalah imbuhan yang diletakkan di depan kata dasar. Contoh awalan: me-, ber-, di-, ter-, pe-, se-.

  • me- : membaca (dari kata dasar baca)
  • ber- : berlari (dari kata dasar lari)
  • di- : dibaca (dari kata dasar baca)
  • ter- : terjatuh (dari kata dasar jatuh)

2. Akhiran (Sufiks)

Akhiran adalah imbuhan yang diletakkan di belakang kata dasar. Contoh akhiran: -an, -i, -kan, -nya.

  • -an : makanan (dari kata dasar makan)
  • -i : menulis (dari kata dasar tulis)
  • -kan : buatkan (dari kata dasar buat)
  • -nya : bukunya (dari kata dasar buku)

3. Sisipan (Infiks)

Sisipan adalah imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar. Contoh sisipan: -el-, -em-, -er-, -in-.

  • -el- : geletak (dari kata dasar getak)
  • -em- : gemetar (dari kata dasar getar)
  • -er- : gerigi (dari kata dasar gigi)

4. Konfiks (Imbuhan Gabungan)

Konfiks adalah gabungan awalan dan akhiran yang digunakan bersamaan. Contoh: ke-an, pe-an, ber-an, per-an.

  • ke-an : keindahan (dari kata dasar indah)
  • pe-an : pelajaran (dari kata dasar ajar)
  • ber-an : berlarian (dari kata dasar lari)

Contoh Imbuhan dalam Kalimat

Berikut contoh penggunaan imbuhan dalam kalimat sehari-hari:

  1. Me-: Dia memasak nasi di dapur.
  2. Ber-: Anak-anak bermain bola di lapangan.
  3. -an: Saya suka makan makanan pedas.
  4. Ke-an: Kesalahan itu membuatnya menyesal.

Kesimpulan

Memahami imbuhan sangat membantu dalam menguasai bahasa Indonesia. Mulailah dengan mengenali jenis imbuhan dan latihan membuat kata baru. Dengan sering berlatih, kamu akan lancar menggunakan imbuhan dalam tulisan dan percakapan. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya