Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sejarah Candi Borobudur: Warisan Budaya Dunia yang Megah

 Gana Buana
14/11/2025 16:00
Sejarah Candi Borobudur: Warisan Budaya Dunia yang Megah
Jelajahi sejarah Candi Borobudur dari tulisan ini.(Antara)

CANDI Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Monumen megah ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kejayaan budaya dan agama Buddha di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah Candi Borobudur, mulai dari pembangunannya hingga peran pentingnya sebagai warisan dunia.

Asal-Usul dan Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9, tepatnya sekitar tahun 750-850 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini didirikan oleh Dinasti Syailendra yang menganut agama Buddha Mahayana. Menurut para ahli, pembangunan candi ini dipimpin oleh seorang arsitek bernama Gunadharma. Proses pembangunannya memakan waktu puluhan tahun dan melibatkan ribuan pekerja yang mengangkut jutaan batu dari sungai dan bukit di sekitar lokasi.

Struktur candi ini terdiri dari sembilan tingkat, dengan tiga bagian utama: Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia bentuk), dan Arupadhatu (dunia tanpa bentuk). Setiap tingkat dihiasi relief indah yang menceritakan ajaran Buddha dan kehidupan masyarakat saat itu.

Peran Candi Borobudur dalam Sejarah

Pada masa kejayaannya, Candi Borobudur menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Buddha. Para biksu dan pelajar dari berbagai wilayah, bahkan dari luar negeri, datang untuk belajar dan beribadah. Namun, sekitar abad ke-10, candi ini mulai ditinggalkan. Salah satu penyebabnya adalah letusan Gunung Merapi yang menutupi candi dengan abu vulkanik, serta pergeseran kekuasaan ke Jawa Timur.

Candi Borobudur sempat terlupakan selama berabad-abad, tertutup hutan dan tanah. Barulah pada tahun 1814, candi ini ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa. Penemuan ini menjadi titik awal kebangkitan kembali kejayaan candi sebagai warisan budaya.

Restorasi dan Pengakuan Dunia

Pada abad ke-20, pemerintah Belanda dan Indonesia bekerja sama untuk merestorasi Candi Borobudur. Upaya besar-besaran dilakukan oleh UNESCO pada tahun 1973-1983 untuk menyelamatkan candi dari kerusakan akibat air dan gempa bumi. Berkat kerja keras ini, Candi Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.

Kini, candi ini menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia, menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Keindahan arsitekturnya, relief yang kaya makna, dan nilai sejarahnya menjadikan Borobudur sebagai simbol kebanggaan Indonesia.

Mengapa Candi Borobudur Penting?

Sejarah Candi Borobudur bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang nilai budaya, seni, dan spiritualitas. Candi ini mencerminkan kecerdasan arsitektur nenek moyang Indonesia dan semangat keagamaan yang mendalam. Setiap relief dan stupa di candi ini menyimpan cerita yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, seperti kebaikan, kasih sayang, dan pencerahan.

Hingga kini, Candi Borobudur tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang, baik sebagai tempat ibadah, destinasi wisata, maupun objek penelitian. Warisan ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga budaya dan sejarah untuk generasi mendatang.

Kesimpulan

Candi Borobudur adalah bukti kejayaan Kerajaan Mataram Kuno dan kebudayaan Buddha di Indonesia. Dari pembangunannya yang megah hingga penemuan kembali dan restorasinya, sejarah Candi Borobudur menunjukkan betapa kaya warisan budaya Indonesia. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik