Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Anak Sekolah Jadi Pembawa Utama Virus Pernapasan ke Rumah, Ini Penjelasan Dokter

Muhammad Ghifari A
12/11/2025 09:48
Anak Sekolah Jadi Pembawa Utama Virus Pernapasan ke Rumah, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics mengonfirmasi apa yang sering dirasakan orangtua. Anak-anak, terutama yang lebih muda, adalah anggota rumah tangga yang paling mungkin membawa dan menyebarkan virus pernapasan, sering kali menularkannya dari lingkungan sekolah.

Dr. Leana Wen, seorang dokter gawat darurat dan profesor klinis, menjelaskan temuan kunci dari penelitian tersebut. Ia juga menjelaskan mengapa hal ini terjadi.

Sekolah Sebagai "Gudang" Virus

Penelitian yang melibatkan lebih dari 800 siswa dan staf di Kansas City, Missouri, menemukan virus pernapasan dan penyakit yang disebabkannya sangat umum. Lebih dari 85% peserta terdeteksi memiliki setidaknya satu virus selama tahun ajaran.

Dr. Wen menekankan bahwa anak-anak usia dini lebih rentan terhadap penyakit. Kelompok prasekolah dan sekolah dasar tercatat memiliki tingkat infeksi serta kasus penyakit akut tertinggi.

"Banyak anak yang dites positif bahkan saat mereka merasa sehat, yang menunjukkan bahwa sekolah mungkin berfungsi sebagai tempat penyimpanan virus pernapasan yang tetap, dengan siswa muda bertindak sebagai pembawa di sekolah untuk menulari satu sama lain dan membawa virus tersebut pulang ke anggota rumah tangga mereka," jelas Dr. Wen.

Virus yang paling umum terdeteksi adalah Rhinovirus (penyebab flu biasa) pada 65% peserta. Virus korona musiman ditemukan pada sekitar 30%, dan SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) pada sekitar 15%.

Mengapa Anak-Anak Lebih Rentan?

Dr. Wen menjelaskan ada dua alasan utama mengapa anak-anak yang lebih muda lebih mungkin tertular dan menyebarkan virus:

Sistem Kekebalan yang Berkembang: Sistem kekebalan tubuh mereka masih belum matang dan belum terpapar berbagai jenis virus yang beredar setiap musim, membuat mereka lebih mudah jatuh sakit.
Kebiasaan Sehari-hari: Anak-anak lebih sering menyentuh wajah, berbagi barang, dan kurang disiplin dalam menutup mulut saat batuk atau mencuci tangan.

Langkah Praktis untuk Keluarga

Memasuki puncak musim penyebaran virus pernapasan, Dr. Wen mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa meski sebagian besar infeksi pada anak sehat tergolong ringan, upaya pencegahan tetap diperlukan agar aktivitas keluarga tidak terganggu.

Orangtua didorong untuk fokus pada pencegahan sederhana, namun konsisten:

  • Cuci Tangan Sering: Gunakan sabun dan air selama minimal 20 detik, terutama setelah batuk, bersin, atau menggunakan toilet.
  • Etika Batuk: Ajari anak untuk menutup mulut dan batuk ke siku atau tisu, bukan ke tangan.
  • Bersihkan Permukaan: Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh setiap hari (mainan, gagang pintu, sakelar lampu).
  • Vaksinasi: Pastikan seluruh keluarga mendapatkan vaksin yang direkomendasikan, termasuk vaksin flu tahunan dan vaksin Covid-19 terbaru. Vaksin dapat mengurangi kemungkinan penyakit parah secara signifikan.
  • Tetap di Rumah Saat Sakit: Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus di sekolah dan tempat kerja.

Dr. Wen menyimpulkan tujuannya bukanlah untuk mencegah setiap pilek. Namin mengurangi frekuensi dan penyebaran virus agar keluarga tetap sehat dan anak-anak tetap dapat belajar sepanjang musim. (CDC/Pediatrics/CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya