Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics mengonfirmasi apa yang sering dirasakan orangtua. Anak-anak, terutama yang lebih muda, adalah anggota rumah tangga yang paling mungkin membawa dan menyebarkan virus pernapasan, sering kali menularkannya dari lingkungan sekolah.
Dr. Leana Wen, seorang dokter gawat darurat dan profesor klinis, menjelaskan temuan kunci dari penelitian tersebut. Ia juga menjelaskan mengapa hal ini terjadi.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 800 siswa dan staf di Kansas City, Missouri, menemukan virus pernapasan dan penyakit yang disebabkannya sangat umum. Lebih dari 85% peserta terdeteksi memiliki setidaknya satu virus selama tahun ajaran.
Dr. Wen menekankan bahwa anak-anak usia dini lebih rentan terhadap penyakit. Kelompok prasekolah dan sekolah dasar tercatat memiliki tingkat infeksi serta kasus penyakit akut tertinggi.
"Banyak anak yang dites positif bahkan saat mereka merasa sehat, yang menunjukkan bahwa sekolah mungkin berfungsi sebagai tempat penyimpanan virus pernapasan yang tetap, dengan siswa muda bertindak sebagai pembawa di sekolah untuk menulari satu sama lain dan membawa virus tersebut pulang ke anggota rumah tangga mereka," jelas Dr. Wen.
Virus yang paling umum terdeteksi adalah Rhinovirus (penyebab flu biasa) pada 65% peserta. Virus korona musiman ditemukan pada sekitar 30%, dan SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) pada sekitar 15%.
Dr. Wen menjelaskan ada dua alasan utama mengapa anak-anak yang lebih muda lebih mungkin tertular dan menyebarkan virus:
Sistem Kekebalan yang Berkembang: Sistem kekebalan tubuh mereka masih belum matang dan belum terpapar berbagai jenis virus yang beredar setiap musim, membuat mereka lebih mudah jatuh sakit.
Kebiasaan Sehari-hari: Anak-anak lebih sering menyentuh wajah, berbagi barang, dan kurang disiplin dalam menutup mulut saat batuk atau mencuci tangan.
Memasuki puncak musim penyebaran virus pernapasan, Dr. Wen mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa meski sebagian besar infeksi pada anak sehat tergolong ringan, upaya pencegahan tetap diperlukan agar aktivitas keluarga tidak terganggu.
Orangtua didorong untuk fokus pada pencegahan sederhana, namun konsisten:
Dr. Wen menyimpulkan tujuannya bukanlah untuk mencegah setiap pilek. Namin mengurangi frekuensi dan penyebaran virus agar keluarga tetap sehat dan anak-anak tetap dapat belajar sepanjang musim. (CDC/Pediatrics/CNN/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved