Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tingkat Kehadiran Tes Kemampuan Akademik Mencapai 98 Persen

Despian Nurhidayat
07/11/2025 09:49
Tingkat Kehadiran Tes Kemampuan Akademik Mencapai 98 Persen
(MI/Despian)

KEPALA Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengatakan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/sederajat hingga hari terakhir gelombang kedua berjalan dengan tertib dan sesuai prosedur di seluruh Indonesia.

“Hingga hari ini, atau sesi terakhir gelombang kedua, lebih dari 3,3 juta peserta telah mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran 98 persen. Angka tersebut belum termasuk peserta yang akan mengikuti tes gelombang ketiga pada Sabtu dan Minggu, serta peserta jadwal susulan pada 17 s.d. 23 November 2025,” ungkapnya, Kamis (6/11). 
 
Pelaksanaan TKA melibatkan lebih dari 50 ribu pengawas, 1.710 penyelia perguruan tinggi, serta lebih dari 60 ribu proktor yang tersebar di satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, pemantauan pelaksanaan TKA dilakukan oleh tim dari seluruh provinsi.
 
“Artinya, sistem dan kesiapan satuan pendidikan di lapangan sampai saat ini sangat solid. Menurut pantauan dashboard kami di posko teknis pusat, tidak ditemukan kendala teknis yang berarti,” tambah Toni.
 
Lebih jauh, Toni menekankan pentingnya nilai integritas dalam pelaksanaan TKA. “Di dalam setiap tes, yang sesungguhnya itu diuji bukan hanya kemampuan berpikir, tetapi juga karakter yang melekat pada diri murid kita. TKA ini menghadirkan tantangan bagi para murid, namun juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas itu adalah nilai yang tidak boleh ditawar. Kami selalu menghimbau kepada sekolah, guru, orang tua, maupun media untuk mengedukasi murid dalam hal kejujuran, ketertiban, dan berlaku adil tanpa ada yang dirugikan,” imbuhnya.
 
Untuk itu, Toni pun kembali menegaskan bahwa Kemendikdasmen tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan. “Kami bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal untuk mengawasi jalannya TKA. Apabila ada kaitannya dengan kecurangan atau pelanggaran, setiap temuan langsung kita identifikasi dan dokumentasikan, kemudian kita alirkan datanya ke Inspektorat Jenderal,” tegas Toni.
 
Inspektur II Kemendikdasmen, Purwaniati Nugraheni, menambahkan bahwa proses pemantauan di daerah-daerah yang melaksanakan TKA berjalan intensif.
 
“Terkait dengan pelanggaran, Inspektorat Jenderal telah langsung menurunkan tim di wilayah yang teridentifikasi terjadi kecurangan sesuai dengan data yang disampaikan oleh BSKAP,” ujar Purwaniati.
 
Dengan kelancaran pelaksanaan TKA gelombang kedua dan komitmen kuat terhadap integritas, Kemendikdasmen menegaskan bahwa asesmen pendidikan bukan sekadar pengukuran kemampuan akademik, tetapi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Melalui pelaksanaan yang jujur, tertib, dan bermartabat, Kemendikdasmen berharap TKA dapat menjadi instrumen untuk memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya