Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pria Tiongkok Penerima Transplantasi Hati dari Babi Meninggal

M Iqbal Al Machmudi
23/10/2025 13:53
Pria Tiongkok Penerima Transplantasi Hati dari Babi Meninggal
Ilustrasi.(freepik)

SEORANG pria berusia 71 tahun asal Tiongkok menjadi penerima transplantasi hati babi dengan rekayasa genetika yang hidup 171 hari. Operasi tersebut awalnya dianggap berhasil, tetapi komplikasi muncul, dan pasien meninggal pada hari ke-171 pascaoperasi.

Pasien tersebut didiagnosis menderita sirosis hati, hepatitis B, serta tumor besar. Pasien juga tidak memenuhi syarat untuk transplantasi hati. Selain itu, tidak ada anggota keluarga dekatnya yang dinyatakan cocok sebagai donor hati parsial.

“Mengingat semua pilihan pengobatan konvensional terbukti tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa pasien, tantangan mendesaknya adalah mengidentifikasi alternatif yang layak untuk transplantasi hati,” tulis penulis studi dikutip dari IFL Science pada Kamis (23/10).

Dokter akhirnya memberikan pilihan xenotransplantasi sebagai pilihan terakhir. Para ahli bedah akhirnya mengoperasi untuk mengangkat tumor dan menanamkan hati dari babi hasil rekayasa genetika.

Modifikasi genetik di antaranya melumpuhkan gen babi yang dapat menimbulkan reaksi terhadap sistem kekebalan tubuh manusia, sekaligus meningkatkan kompatibilitas dengan tubuh manusia semaksimal mungkin. 

Hati berfungsi dengan baik selama bulan pertama tanpa tanda-tanda penolakan, tetapi pada hari ke-38 , hati tersebut harus diangkat karena komplikasi serius yang disebut mikroangiopati trombotik terkait xenotransplantasi (xTMA), yang memengaruhi banyak organ. 

Pasien mulai mengalami episode perdarahan di saluran cerna bagian atas pada hari ke-135 dan akhirnya meninggal pada hari ke-171.   Meski begitu, Peneliti utama Dr. Beicheng Sun, Presiden Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Anhui, menyebut kasus ini sebagai langkah maju dunia kedokteran. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik