Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Kabar tersebut datang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i setelah Apel Hari Santri yang digelar di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta, Rabu (22/10).
"Alhamdulillah, saya baru saja menerima kabar dari Kementerian Sekretariat Negara tentang telah terbitnya Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 Tentang Kementerian Agama," kata Romo Syafi'i.
Melalui surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan agar segera didirikan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama Republik Indonesia.
"Dengan surat ini, saya ingin menyampaikan bahwa Presiden telah menyetujui pembentukan Ditjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Pembentukan Ditjen ini bertujuan untuk memberikan perhatian yang lebih besar, baik dari segi personalia, pendanaan, maupun program, agar pemerintah semakin hadir dalam melayani dan mendukung perkembangan pesantren di seluruh Indonesia," ujarnya.
"Semoga dengan kehadiran Ditjen ini, pesantren ke depan dapat semakin berdaya sesuai dengan tiga fungsinya, yakni fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat," imbuhnya.
Wamenag juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh insan Kementerian Agama yang telah memperjuangkan lahirnya Ditjen Pesantren sejak tahun 2019.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat konsolidasi pondok pesantren di seluruh Indonesia.
"Ditjen ini nantinya akan melakukan konsolidasi pondok pesantren secara nasional. Selama ini, mungkin ada pesantren yang belum terdata atau belum terjangkau oleh bantuan pemerintah. Dengan adanya Ditjen, hal-hal tersebut bisa tertangani dengan lebih baik karena akan ada perangkat kerja yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi," kata Menag.
Menag menegaskan, keberadaan Ditjen Pesantren akan membantu pemerintah memastikan seluruh pesantren menjalankan peran dan fungsi strategisnya dengan baik.
"Dengan Ditjen ini, kita bisa mengontrol seluruh pesantren, tentu dalam arti positif. Kita ingin memastikan semua pesantren benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik, bukan sebaliknya," tegasnya.
Menurut Menag, Ditjen Pesantren juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi Kemenag dalam menciptakan kerukunan umat dan membangun generasi santri yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.
"Harapan kita, Hari Santri dapat menjadi momentum untuk membangkitkan semangat seluruh santri menghadapi berbagai tantangan pesantren ke depan," ujarnya.
Ke depan, lanjut Menag, sistem sertifikasi dan pendataan pesantren akan diintensifkan agar data menjadi lebih valid dan pelaksanaan program lebih tertib.
"Selama ini sertifikasi sudah berjalan, tetapi ke depan akan lebih diintensifkan agar data pesantren semakin valid dan pelaksanaannya lebih tertib," pungkasnya. (H-2)
Santri masa kini harus menjadi garda depan dalam literasi digital, mampu memilah mana informasi yang benar dan bermanfaat,
Menurut Prabowo, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren sebagai pilar penting pembangunan nasional.
Santri memiliki peran penting sebagai jangkar perdamaian dan penebar nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin di tengah dinamika modernitas.
Upacara peringatan HSN 2025 diisi dengan pembacaan ikrar santri, pertunjukan pencak silat, penampilan Gerak dan Tari MTsN 3 Tuban, dan Drumband MTsN 1 Tuban.
“DULU waktu kita bangun tidur, cemong semua, hitam-hitam di hidung, di muka,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep, KH Miftah Faqih, saat ditemui Media Indonesia, Rabu (22/10).
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan peran besar santri dan kiai dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia saat Hari Santri Nasional
Upacara peringatan HSN 2025 diisi dengan pembacaan ikrar santri, pertunjukan pencak silat, penampilan Gerak dan Tari MTsN 3 Tuban, dan Drumband MTsN 1 Tuban.
Setiap 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, momen untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam menjaga keutuhan NKRI. T
Memperingati Hari Santri Nasional 2025 rasanya belum lengkap tanpa berbagi ucapan penuh makna untuk para santri di seluruh Indonesia.
Peringatan ini semakin semarak dengan pemberian bibit pohon durian kepada perwakilan ponpes sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Perwakilan Pengurus Ponpes Al Khoziny, Zainal Abidin mengatakan, sudah ada sekitar 100 santri yang datang, untuk mengikuti proses belajar mengajar.
Upacara Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Limuno, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (22/10).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved