Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di berbagai wilayah Indonesia melonjak tajam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Agar tubuh tetap bugar di tengah teriknya cuaca, berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan menurut Halodoc dan RRI:
Saat panas ekstrem, tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minumlah air putih minimal delapan gelas per hari, bahkan ketika tidak merasa haus. Cukupi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan tubuh.
Gunakan krim pelembap sebelum beraktivitas di luar ruangan untuk menjaga kelembapan kulit. Tambahkan tabir surya guna melindungi dari paparan sinar UV.
Keduanya mempercepat kehilangan cairan tubuh. Pilih air putih, air kelapa, atau jus buah segar sebagai alternatif yang lebih sehat.
Gunakan bahan ringan seperti katun atau linen yang menyerap keringat dan menjaga sirkulasi udara. Pilih warna cerah dan hindari pakaian ketat atau berlapis.
Waspadai paparan sinar matahari langsung antara pukul 10.00-15.00. Jika harus keluar, gunakan topi, kacamata hitam, dan tabir surya.
Utamakan buah dan sayuran tinggi air seperti semangka, jeruk, dan mentimun. Kurangi makanan pedas dan berlemak yang bisa meningkatkan suhu tubuh.
Gunakan kipas atau pendingin udara, dan buka jendela agar udara segar masuk serta panas tidak terperangkap di dalam ruangan.
Cuaca panas ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Jaga asupan cairan, lindungi diri dari paparan langsung, dan atur aktivitas dengan bijak agar tubuh tetap kuat menghadapi cuaca terik. (Z-10)
Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang menyengat. Kondisi ini tak jarang membuat sebagian orang lebih rentan terserang migrain atau sakit kepala sebelah.
Cuaca panas ekstrem di Indonesia diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Oktober 2025. BMKG mengungkapkan alasan fenomena ini dan dampaknya terhadap cuaca di berbagai wilayah.
Pejalan kaki melindungi tubuhnya dengan kain dan payung dari teriknya sinar matahari di kawasan Dukuh Bawah, Jakarta.
Fenomena cuaca panas ekstrem yang kini melanda banyak wilayah Indonesia diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa pengamatan BMKG menunjukkan cuaca panas tersebar luas di Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan bahwa kondisi cuaca Jakarta hingga saat ini masih tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan meskipun terasa sangat panas.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved