Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH kejatuhan cicak membawa sial? Banyak mitos beredar, tapi bagaimana pandangan Islam? Artikel ini akan menjelaskan kejatuhan cicak menurut Islam, lengkap dengan dalil Al-Quran dan hadits shahih.
Di masyarakat, kejatuhan cicak sering dikaitkan dengan pertanda. Misalnya, cicak jatuh di kepala dianggap membawa masalah, atau di tangan berarti rezeki. Namun, kejatuhan cicak menurut Islam tidak punya makna khusus. Islam melarang tathayyur, yaitu mempercayai pertanda buruk dari kejadian biasa seperti ini.
Cicak adalah hewan kecil yang sering ada di rumah. Kadang, mereka jatuh dari langit-langit. Mitos membuat orang takut, tapi Islam mengajarkan bahwa hanya Allah yang menentukan nasib. Percaya mitos justru bisa mendekati syirik.
Kejatuhan cicak menurut Islam adalah peristiwa biasa, bukan pertanda baik atau buruk. Tidak ada dalil Al-Quran atau hadits yang menyebutkan cicak jatuh membawa sial. Sebaliknya, Islam melarang mempercayai ramalan seperti ini.
Islam menyebut cicak sebagai hewan yang boleh dibunuh. Berikut hadits shahih dari Aisyah RA:
Teks Arab: أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نَقْتُلُ الْوَزَغَ بِالْعَصْوِ بِالْبَيْتِ وَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ أَوْفَى بِالنَّارِ مِنْ أَهْلِهِ
Latin: Anna 'Aisyata qalat kunna naqtulu al-wazagha bil-'ashwi fil-bayti wa kana Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam yaqulu innahu awfa bin-nari min ahlihi.
Terjemahan: Dari Aisyah, kami membunuh cicak dengan kayu di rumah. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya cicak paling pantas dibakar di antara kaumnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits lain menjelaskan bahwa cicak pernah meniup api saat Nabi Ibrahim AS dilempar ke kobaran api oleh Namrud. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan membunuh cicak. Hadits shahih menyebutkan:
Teks Arab: مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمِنْ قَتَلَهُ فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ كُتِبَ لَهُ سِتْوْنَ حَسَنَةً وَمَنْ قَتَلَهُ فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ كُتِبَ لَهُ أَرْبَعُونَ حَسَنَةً
Latin: Man qatala wazaghan fi awwali darbatin kutiba lahu mi'atu hasanatin wa man qatalahu fi ad-darbati ath-thaniyati kutiba lahu sittuna hasanatan wa man qatalahu fi ad-darbati ath-thalithati kutiba lahu arba'una hasanatan.
Terjemahan: "Barangsiapa membunuh cicak pada pukulan pertama, dicatat baginya 100 kebaikan. Pada pukulan kedua, 60 kebaikan. Pada pukulan ketiga, 40 kebaikan."
(HR. Muslim)
Mempercayai bahwa kejatuhan cicak menurut Islam membawa sial adalah haram karena termasuk tathayyur. Rasulullah SAW melarang hal ini:
Teks Arab:
Latin: La tatayyaru wa lakin tawakkal 'ala Allah.
Terjemahan: "Janganlah kalian bertathayyur, tetapi bertawakallah kepada Allah."
(HR. Tirmidzi)
Tathayyur adalah keyakinan bahwa binatang, benda, atau hari tertentu membawa sial. Ini dilarang karena hanya Allah yang tahu masa depan. Jadi, kejatuhan cicak hanyalah kejadian alam biasa.
Al-Quran tidak menyebutkan cicak secara spesifik, tapi mengajarkan kita untuk bertawakal. Salah satu ayatnya:
Teks Arab:
Latin: Wa may yatawakkal 'alallahi fahuwa hasbuhu innallaha balighu amrih qad ja'alallahu likulli syai'in sababan.
Terjemahan: "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (Nya). Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
(QS. At-Talaq: 3)
Jika cicak jatuh ke tubuh, bersihkan diri atau mandi jika merasa najis. Baca doa perlindungan: "A'udzu billahi minasy-syaitanir-rajim." Lalu, lanjutkan hari dengan penuh tawakal kepada Allah.
Kejatuhan cicak menurut Islam bukanlah pertanda apapun. Cicak hanyalah hewan biasa. Jika mengganggu, bunuh sesuai sunnah Rasulullah SAW, tapi jangan percaya mitos sial. Serahkan semua kepada Allah dengan tawakal. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved