Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BSI Maslahat bergerak cepat merespons musibah runtuhnya bangunan tiga lantai di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Bantuan kemanusiaan berupa santunan bagi penyintas serta logistik langsung disalurkan pada Selasa (30/9).
Penyerahan dilakukan oleh RCEO PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Surabaya, Jajang Abdul Karim, dan diterima oleh Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH. Abdul Mu’id Mujib Abbas. Bantuan logistik yang diberikan antara lain air mineral, roti, mi instan, dan makanan siap saji. Selain itu, BSI Maslahat juga menyiapkan dapur umum mulai Rabu (1/10) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri, pengurus pesantren, dan relawan.
“Kami terus berupaya cepat tanggap dalam membantu penyintas bencana. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban pesantren maupun keluarga penyintas,” ujar Jajang Abdul Karim.
KH. Abdul Mu’id Mujib Abbas menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. “Terima kasih banyak atas bantuan dan perhatian kepada musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny. InsyaAllah bantuan ini sangat bermanfaat,” ucapnya.
Kronologi Musibah
Peristiwa nahas ini terjadi Senin (29/9) pukul 20.23 WIB, saat proses pengecoran atap lantai tiga. Diduga pondasi tidak kuat menahan beban, sehingga bangunan tiga lantai ambruk hingga lantai dasar yang difungsikan sebagai musholla. Saat kejadian, sejumlah santri tengah menunaikan salat berjemaah.
Menurut data tim SAR gabungan Surabaya (30/9, pukul 15.30 WIB), musibah ini menyebabkan 140 orang terdampak, dengan 3 orang meninggal dunia, 38 orang masih terjebak, dan puluhan lainnya luka-luka. Para korban luka dirawat di RSUD Notopuro, RS Delta Surya, dan RS Siti Hajar.
BSI Maslahat menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan bantuan cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Langkah ini menjadi wujud kepedulian nyata dalam menebar manfaat dan meringankan beban sesama. (E-3)
Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan menjelaskan, total terdapat 12 santriwati menjadi korban ambruknya bangunan asrama putri.
SUASANA duka di areal Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo diwarnai aksi protes keluarga wali santri, Jumat (3/10). Mereka protes pada tim SAR gabungan yang dinilai lambat melakukan evakuasi.
Tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September 2025, menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang lemahnya sistem keselamatan.
BNPB memastikan sebanyak 17 jenazah santri Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Basarnas melaporkan hingga Senin (6/10) dini hari, sebanyak 54 jenazah korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, berhasil dievakuasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved