Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Basarnas: 54 Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny Ambruk sudah Dievakuasi

Andhika Prasetyo
06/10/2025 09:58
Basarnas: 54 Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny Ambruk sudah Dievakuasi
Petugas mengevakuasi jasad korban reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny.(Antara)

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan hingga Senin (6/10) dini hari, sebanyak 54 jenazah korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya berupa potongan tubuh (body parts).

“Update terakhir pukul 03.34 WIB, kami menemukan satu jenazah lagi sehingga total menjadi 54, termasuk lima body parts. Dengan demikian, jumlah jenazah utuh yang telah dievakuasi sebanyak 49,” ujar Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Senin pagi.

Yudhi menjelaskan, pada hari kedelapan pascakejadian, tim SAR gabungan masih memfokuskan pencarian di sisi selatan bangunan yang roboh, karena diperkirakan masih terdapat korban yang tertimbun di area tersebut. Berdasarkan hasil pemetaan, sedikitnya ada empat korban yang telah teridentifikasi posisinya — tiga di bagian depan dan satu di bagian belakang bangunan.

“Harapan kami, pencarian bisa dituntaskan hari ini karena target itu masih terus dikejar,” imbuhnya.

Proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga, melibatkan unsur TNI, Polri, dan tim teknis guna memastikan keamanan di lokasi. Struktur bangunan yang sebagian masih berdiri dinilai berisiko runtuh kembali, sehingga seluruh operasi dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. Operasi pencarian ini melibatkan ratusan personel gabungan dan berlangsung selama 24 jam dengan sistem kerja bergantian agar tetap efektif.

Yudhi menegaskan bahwa Basarnas akan terus berupaya maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan. “Semua jenazah yang dievakuasi akan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi,” pungkasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik