Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lagi, Asrama Pesantren Ambruk, Waketum PBNU Minta Pemerintah Turun Tangan

Atalya Puspa    
29/10/2025 21:26
Lagi, Asrama Pesantren Ambruk, Waketum PBNU Minta Pemerintah Turun Tangan
Ilustrasi(Dok Metro TV)

MUSIBAH kembali menimpa warga pondok pesantren. Sebuah asrama di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Syekh Abdul Qodir Jailani, Situbondo, Jawa Timur, ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan satu santriwati wafat dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Saya atas nama PBNU menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah seorang santriwati. Semoga almarhumah syahidah, karena wafat di saat sedang menuntut ilmu, kata Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Dr. (HC) Zulfa Mustofa, Rabu (29/10).

Peristiwa ini menambah duka yang belum kering setelah ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, pada September lalu. “Kami sangat prihatin atas musibah ini. Terjadi lagi, hanya berselang satu bulan dari musibah di Al Khoziny,” ujar Kiai Zulfa.

Waketum PBNU bidang Keagamaan itu meminta pemerintah segera turun tangan membantu pesantren-pesantren tua yang kondisinya memprihatinkan. Kami berharap pemerintah bisa membantu pesantren yang bangunannya sudah berpotensi membahayakan. Agar diperbaiki, supaya para santri bisa kembali belajar dengan aman, ungkap kerabat dekat ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani, tersebut.

Kiai Zulfa menambahkan, PBNU juga terus melakukan monitoring dan pendataan terhadap aset-aset pesantren, terutama kondisi bangunan fisik. Saya sudah memerintahkan RMI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu pesantren tua di lingkungan NU, katanya.

RMI (Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah) merupakan lembaga di bawah naungan PBNU yang menaungi jaringan pondok pesantren di Indonesia. Saat ini, tidak kurang dari 26.000 pesantren di Nusantara yang secara ubudiyah dan muamalah berafiliasi dengan NU.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan menjelaskan, total terdapat 12 santriwati menjadi korban ambruknya bangunan asrama putri di Jalan Pesanggrahan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki. Satu santriwati meninggal dunia dan sudah dimakamkan pagi tadi. Enam orang dirawat di Puskesmas Besuki, empat di RSUD Besuki, dan satu di RSIA Jatimned, ujar Rezi.

Korban meninggal bernama Putri (12), warga Dusun Rawan, Desa Besuki, Kecamatan Besuki. Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya bangunan. Kami belum bisa memastikan penyebabnya, apakah karena faktor cuaca atau faktor lain. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama, kata Rezi.

Aura Adelia (14), santriwati asal Desa Bungatan, Situbondo, menjadi salah satu korban luka. Saya sedang tidur, tiba-tiba bangunan ambruk. Saya langsung keluar kamar, tuturnya di RSUD Besuki.

Dalam satu kamar terdapat 19 santriwatiyang semuanya sedang tertidur. Tidak ada tanda-tanda bangunan mau roboh. Saat keluar, kondisi sedang gerimis, kata Aur. Ia baru menyadari kakinya terluka parah setelah berhasil menyelamatkan diri. Saya minta tolong, lalu digendong ke rumah sakit, ujarnya.

Sementara itu, RS (35), salah satu keluarga korban, mengaku kaget saat mendapat kabar. Kami dikabari diminta ke pondok, tapi tidak tahu kalau anak kami jadi korban ambruk. Kondisinya parah dan harus dioperasi, ucapnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya