Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALUMNI Universitas Indonesia (UI) berbagi pandangan terkait keresahan publik terhadap kondisi ekonomi dan sosial politik pascarangkaian peristiwa akhir Agustus hingga awal September. Menurunnya daya beli kelas menengah, ketimpangan ekonomi, serta pertumbuhan pekerja sektor informal menjadi sinyal krisis yang perlu dijawab dengan kebijakan yang tepat.
"Sampai hari ini, ratusan orang masih ditahan, beberapa orang dikabarkan hilang. Malaka, dalam kolaborasi dengan elemen sipil lain, terus mengupayakan yang kami bisa dalam perjuangan membebaskan yang tidak pantas ditahan dan menemukan yang hilang hingga pulang dengan selamat," ujar Cania Citta dari Malaka Project pada Makara Policy Forum yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip UI), Jakarta, Selasa (16/9).
Andhyta F. Utami (Afu) dari Think Policy menekankan perlu langkah nyata. "Salah satu pembelajaran utama dari 17+8 adalah perlu menyelaraskan tuntutan yang bersifat mendesak, seperti pembebasan mereka yang masih ditahan serta keadilan bagi para korban jiwa dan luka, dengan kebutuhan jangka panjang membangun kesadaran politik secara luas di masyarakat untuk terus menuntut akuntabilitas pemerintah."
Mervin Goklas dari LPEM UI menambahkan bahwa fenomena Agustus Kelabu merupakan gelembung yang pecah karena misalokasi anggaran dan amanah ekonomi yang tidak dijalankan penyelenggara negara. Karenanya, ekonom menuntut reformasi kebijakan untuk ekosistem ekonomi yang lebih berkeadilan.
Menurut Roby Rushandie dari Tim Tuntutan Ekonomi, tuntutan publik ialah refleksi kebutuhan nyata. Berbagai tuntutan yang ada berasal dari keresahan terhadap sistem dan kebijakan ekonomi yang ada. Mewakili tiga lembaga (Prakarsa, INDEF, CORE), Roby menyampaikan beberapa paket kebijakan yang perlu diambil pemerintah.
Ketua Umum Iluni UI, Pramudya A. Oktavinanda, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk kontribusi alumni dalam menghadapi tantangan bangsa. Ketua Policy and Governance Hub Iluni UI Shofwan Al Banna menambahkan peluncuran Policy and Governance Hub Iluni menunjukkan komitmen bersama alumni UI untuk turut berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dengan cara menghidupkan keterlibatan publik dengan menghubungkan, menguji, dan mendorong beragam gagasan yang berkembang dari masyarakat sipil, lembaga penelitian, think tank, dan berbagai kelompok masyarakat lain. (I-2)
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Psychological First Aid sebagai respons awal dalam situasi krisis dan bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved