Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kucing dikenal cuek sekaligus menggemaskan. Namun, jika kamu merasa tidak terlalu dekat dengan si bulu, mungkin masalahnya sederhana: kamu belum berbicara dengan “bahasa” mereka.
Kabar baiknya, penelitian membuktikan bahwa cara itu ternyata mudah. Cukup dengan tersenyum ala kucing, bukan menunjukkan gigi, melainkan menyipitkan mata dan berkedip pelan.
Penelitian pada 2020 mengamati interaksi manusia dengan kucing. Hasilnya, gestur sederhana ini membuat kucing, baik yang sudah akrab maupun yang asing, lebih ramah dan mau mendekat.
“Banyak pemilik kucing sebenarnya sudah curiga bahwa kucing bisa memahami sinyal ini. Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa kita bisa saling berkomunikasi," ungkap Psikolog dari University of Sussex sekaligus pemilik kucing, Karen McComb, dikutip dari Yahoo.com, Selasa (2/9).
Dalam eksperimen pertama, 21 kucing dari 14 rumah diamati. Pemilik duduk sekitar satu meter dari kucing mereka dan diminta berkedip pelan. Hasilnya? Kucing lebih sering membalas dengan kedipan serupa dibandingkan kondisi tanpa interaksi.
Eksperimen kedua melibatkan 24 kucing dari delapan rumah. Kali ini, peneliti (bukan pemilik) yang melakukan kedipan pelan, ditambah uluran tangan. Kucing tidak hanya membalas kedipan, tetapi juga lebih berani mendekat.
“Cobalah di rumah. Sempitkan mata seolah tersenyum santai, lalu pejamkan selama beberapa detik. Biasanya kucing akan membalas, dan dari situ percakapan kecil bisa dimulai," ungkap McComb.
Anjing memang lebih ekspresif, tetapi riset belakangan menunjukkan kucing jauh lebih peka terhadap manusia daripada yang diperkirakan. Mereka bisa:
Kedipan pelan diyakini sebagai sinyal niat baik, karena tatapan langsung tanpa berkedip bisa dianggap ancaman. Namun, ada juga kemungkinan kucing mengembangkan ekspresi ini karena manusia bereaksi positif terhadapnya.
Apa pun alasannya, gestur ini jelas memperkuat ikatan. Memahami bahasa tubuh kucing bukan hanya memperbaiki hubungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan emosional mereka—bahkan dalam situasi penuh stres seperti di klinik hewan atau penampungan.
Tasmin Humphrey, psikolog dari University of Sussex, menambahkan:
“Memahami cara positif berinteraksi dengan kucing bisa meningkatkan kesejahteraan mereka, memperluas pemahaman publik, dan membuka wawasan tentang kemampuan sosial-kognitif spesies yang selama ini kurang dipelajari.”
Jadi, Mau Coba Sekarang?
Jika kamu menatap kucingmu nanti malam, coba sempitkan mata dan berkedip pelan. Siap-siap disambut senyuman versi mereka. (Scientific Reports(2020)/Yahoo.com/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved