Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Infeksi Saluran Kemih pada Pria Usia 40-an: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan yang Perlu Anda Ketahui

Margaretha Tiffany
30/8/2025 22:12
Infeksi Saluran Kemih pada Pria Usia 40-an: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan yang Perlu Anda Ketahui
Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada pria.(Freepik)

INFEKSI saluran kemih (ISK) lebih sering terjadi pada wanita, namun pria juga dapat mengalaminya. Biasanya, infeksi ini jarang terjadi pada pria muda, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria yang berusia 40-an hingga 50-an.

Diperkirakan sekitar 12% pria akan mengalami infeksi saluran kemih setidaknya sekali dalam hidup mereka. ISK pada pria dapat memengaruhi beberapa bagian dari sistem kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra.

Apa saja penyebab, gejala, dan cara penanganan ISK pada pria usia 40-an? Berikut penjelasannya:

Faktor Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pria

  1. Pembesaran Prostat

    Pembesaran prostat adalah kondisi umum yang dialami pria seiring bertambahnya usia. Pembesaran ini dapat menekan saluran kemih, menghambat aliran urine, dan menyebabkan urine tertinggal, yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

  2. Diabetes dan Kadar Gula Darah Tinggi

    Pria dengan diabetes yang tidak terkontrol berisiko lebih tinggi mengalami ISK karena kadar gula darah yang tinggi mempermudah pertumbuhan bakteri, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi.

  3. Batu Ginjal dan Batu Kandung Kemih

    Batu ginjal atau batu kandung kemih dapat menghambat aliran urine, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri berkembang biak, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.

  4. Penurunan Sistem Kekebalan Tubuh

    Penuaan, stres, kebiasaan merokok, kurang tidur, dan penyakit kronis dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi, menjadikan pria lebih rentan terhadap ISK.

  5. Kebiasaan Hidup Tidak Sehat

    Kurangnya asupan cairan, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi protein, dan kebiasaan buang air kecil yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada pria.

  6. Kebersihan dan Aktivitas Seksual

    Kurangnya kebersihan area genital dan hubungan seksual tanpa perlindungan dapat mempermudah bakteri masuk ke dalam saluran kemih, memicu infeksi.

Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Pria

  • Sering ingin buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Urine yang tampak keruh, berbau tidak sedap, atau bahkan bercampur darah.
  • Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah.
  • Demam, menggigil, dan nyeri punggung, terutama pada kasus infeksi saluran kemih yang lebih serius.

Penanganan Infeksi Saluran Kemih pada Pria

Banyak pria yang mencoba mengobati ISK secara mandiri, namun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai pengobatan. Penanganan ISK pada pria umumnya mencakup beberapa langkah berikut:

  • Tes Kultur Urine dan Uji Sensitivitas

    Melakukan tes kultur urine untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi dan memilih antibiotik yang tepat.

  • Mengobati Penyebab Utama

    Penanganan kondisi yang menyebabkan ISK, seperti pembesaran prostat atau batu ginjal, adalah langkah penting untuk mencegah kekambuhan.

  • Meningkatkan Asupan Cairan dan Pola Makan Sehat

    Disarankan untuk meningkatkan konsumsi cairan dan memperbaiki pola makan untuk membantu tubuh melawan infeksi.

  • Mengontrol Kadar Gula Darah

    Pria dengan diabetes perlu mengontrol kadar gula darah mereka untuk mengurangi risiko infeksi.

  • Prosedur Medis Minimal Invasif

    Jika terjadi penyumbatan pada saluran kemih yang memicu infeksi, prosedur medis minimal invasif mungkin diperlukan untuk mengatasinya.

Jika Anda merasakan gejala seperti nyeri punggung atau nyeri saat buang air kecil, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Z-10)

Sumber: Hindustan Times, WebMD



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya