Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INFEKSI saluran kemih (ISK) lebih sering terjadi pada wanita, namun pria juga dapat mengalaminya. Biasanya, infeksi ini jarang terjadi pada pria muda, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria yang berusia 40-an hingga 50-an.
Diperkirakan sekitar 12% pria akan mengalami infeksi saluran kemih setidaknya sekali dalam hidup mereka. ISK pada pria dapat memengaruhi beberapa bagian dari sistem kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra.
Apa saja penyebab, gejala, dan cara penanganan ISK pada pria usia 40-an? Berikut penjelasannya:
Pembesaran prostat adalah kondisi umum yang dialami pria seiring bertambahnya usia. Pembesaran ini dapat menekan saluran kemih, menghambat aliran urine, dan menyebabkan urine tertinggal, yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Pria dengan diabetes yang tidak terkontrol berisiko lebih tinggi mengalami ISK karena kadar gula darah yang tinggi mempermudah pertumbuhan bakteri, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi.
Batu ginjal atau batu kandung kemih dapat menghambat aliran urine, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri berkembang biak, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.
Penuaan, stres, kebiasaan merokok, kurang tidur, dan penyakit kronis dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi, menjadikan pria lebih rentan terhadap ISK.
Kurangnya asupan cairan, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi protein, dan kebiasaan buang air kecil yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada pria.
Kurangnya kebersihan area genital dan hubungan seksual tanpa perlindungan dapat mempermudah bakteri masuk ke dalam saluran kemih, memicu infeksi.
Banyak pria yang mencoba mengobati ISK secara mandiri, namun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai pengobatan. Penanganan ISK pada pria umumnya mencakup beberapa langkah berikut:
Melakukan tes kultur urine untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi dan memilih antibiotik yang tepat.
Penanganan kondisi yang menyebabkan ISK, seperti pembesaran prostat atau batu ginjal, adalah langkah penting untuk mencegah kekambuhan.
Disarankan untuk meningkatkan konsumsi cairan dan memperbaiki pola makan untuk membantu tubuh melawan infeksi.
Pria dengan diabetes perlu mengontrol kadar gula darah mereka untuk mengurangi risiko infeksi.
Jika terjadi penyumbatan pada saluran kemih yang memicu infeksi, prosedur medis minimal invasif mungkin diperlukan untuk mengatasinya.
Jika Anda merasakan gejala seperti nyeri punggung atau nyeri saat buang air kecil, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Z-10)
Sering menahan buang air kecil? Waspadai risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga kerusakan kandung kemih permanen. Baca selengkapnya di sini.
Infeksi saluran kemih atau ISK sering kali dikaitkan dengan wanita karena anatomi tubuh yang membuat mereka lebih mudah terinfeksi.
INFEKSI saluran kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan ketika organ sistem kemih mengalami infeksi, di antaranya ginjal, ureter, uretra, dan kandung kemih.
Menjaga keseimbangan pH tubuh, khususnya pH urine, adalah langkah penting untuk mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK). Secara normal, pH urine berkisar antara 4,5 hingga 8.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved