Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TERPAPAR gas air mata saat unjuk rasa bisa menimbulkan iritasi kulit, rasa terbakar, hingga peradangan. Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Arini Astasari Widodo, membagikan langkah-langkah efektif untuk memulihkan kulit setelah terkena paparan.
Menurut dr. Arini, gas air mata mengandung senyawa berbahaya seperti chlorobenzylidene malononitrile (CS) dan chloroacetophenone (CN). Kedua zat ini bekerja sebagai iritan kuat pada mata, kulit, dan saluran pernapasan.
Efek yang muncul di kulit antara lain:
“Jika kulit terkena gas air mata berturut-turut selama tiga hari, iritasi akan terakumulasi. Risiko peradangan berat, luka terbuka, dan infeksi sekunder akan meningkat,” jelasnya.
Arini menekankan pentingnya membersihkan kulit secepat mungkin menggunakan air mengalir dalam jumlah banyak.
Setelah membersihkan kulit, segera gunakan pelembap lembut. Pilih produk yang mengandung:
Bahan-bahan ini dapat membantu memperbaiki lapisan kulit yang rusak.
Bila muncul luka atau iritasi parah, dokter dapat meresepkan krim kortikosteroid topikal ringan seperti hydrocortisone untuk meredakan inflamasi.
Sebagian masyarakat masih percaya penggunaan pasta gigi pada area wajah yang terpapar gas air mata bisa membantu. Namun, Arini menegaskan hal ini justru berbahaya.
“Penggunaan odol tidak aman. Kandungan menthol, fluoride, dan detergen dalam pasta gigi bisa memperparah iritasi, menyebabkan dermatitis, bahkan luka bakar kimia,” ujarnya.
Untuk memulihkan kondisi kulit setelah terkena gas air mata, lakukan langkah cepat dengan mencuci kulit, menjaga kelembapan dengan pelembap yang tepat, serta menghindari penggunaan bahan iritan seperti pasta gigi. Jika iritasi tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengecam peristiwa penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian di Unisba dan Unpas Bandung.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyesalkan insiden penyemprotan gas air mata ke arah Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 1 September 2025.
Polisi mengungkapkan alasan di balik penembakan gas air mata di kawasan Jalan Tamansari, dekat Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin (1/9) malam,
Kandungan kimia dalam gas air mata yang terhirup masuk ke dalam paru berpotensi meningkatkan risiko gejala akut dalam paru dan saluran napas.
Gas air mata memang dapat menyebabkan iritasi dan peradangan kulit, terutama bila terpapar berulang.
Suasana jalan dipenuhi kepulan gas air mata, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengendalikan massa yang belum sepenuhnya bubar.
KITA ketahui bersama tentang berbagai perkembangan situasi pada hari-hari ini.
Senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam gas air mata tersebut memiliki sifat dasar iritan yang kuat sehingga mudah mengiritasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved