Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CACINGAN masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Meskipun sering dianggap ringan, cacingan dapat berkembang menjadi kondisi yang berbahaya jika tidak segera ditangani. Hal ini disampaikan oleh ahli parasitologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Farindira Vesti Rahmasari.
Menurut Farindira, infeksi cacing terjadi ketika telur atau larva masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, maupun tanah yang terkontaminasi. Jika berlangsung lama tanpa pengobatan, jumlah cacing dalam tubuh bisa terus bertambah hingga mengganggu fungsi organ vital.
“Kasus ini kemungkinan besar dipicu oleh kebiasaan anak bermain di tanah kotor, kurangnya kebiasaan mencuci tangan, dan lingkungan yang tidak higienis. Penularan terjadi melalui kotoran manusia yang mengandung telur cacing, kemudian masuk lewat makanan, minuman, atau tangan yang kotor. Infeksi berulang tanpa penanganan dapat menimbulkan hiperinfeksi, sehingga jumlah cacing di usus sangat banyak,” jelasnya dikutip dari laman resmi UMY, Jumat (29/8).
Ia menyebutkan, jenis cacing yang paling banyak menyerang anak-anak adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), disusul cacing tambang dan cacing cambuk. Infeksi cacing gelang dalam jumlah besar dapat menimbulkan malnutrisi, sumbatan usus, perforasi, peritonitis, bahkan berujung kematian.
“Infeksi berat bisa memicu komplikasi serius seperti sumbatan usus dan peritonitis. Inilah yang diduga menjadi penyebab kematian anak di Sukabumi tersebut,” ujarnya.
Gejala awal cacingan, kata Farindira, kerap tidak disadari orang tua. Anak biasanya mengalami perut buncit, nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, serta sering mengeluh sakit perut atau mual tanpa sebab yang jelas.
“Kadang gejala muncul pada saluran pernapasan, seperti batuk atau mengi, karena larva bermigrasi lewat paru-paru. Pada kasus berat, cacing bahkan bisa keluar melalui muntahan, kotoran, hidung, atau telinga anak,” tambahnya.
Untuk mencegah hal tersebut, ia menegaskan pentingnya langkah sederhana yang sering diabaikan, seperti rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, serta memberikan obat cacing secara rutin setiap enam bulan.
“Pencegahan jauh lebih penting. Obat cacing sudah menjadi program pemerintah, tetapi keberhasilannya tergantung kesadaran orang tua. Selain itu, kebersihan makanan, minuman, dan kebiasaan mencuci tangan anak juga harus dijaga,” tegasnya.
Farindira juga menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada individu, tetapi juga lingkungan. Sanitasi yang baik, akses air bersih, serta kebersihan rumah menjadi aspek penting untuk memutus rantai penularan.
“Pengobatan saja tidak cukup. Jika lingkungan tetap kotor, sumber penularan akan terus ada. Jadi, menjaga sanitasi sama pentingnya dengan memberikan obat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa keterlibatan keluarga, sekolah, hingga komunitas sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Cacingan masih menjadi masalah kesehatan tropis di Indonesia, tetapi sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana,” pungkasnya. (H-2)
Cacing dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi. Beberapa jenis cacing dapat menyebabkan gangguan nafsu makan dan asupan gizi berkurang.
Infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan gizi anak. Simak rekomendasi nutrisi seimbang, vitamin, dan cara masak yang tepat agar anak cepat pulih.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan kasus cacingan berat yang dialami seorang balita di Kabupaten Seluma, Bengkulu, menjadi bahan evaluasi bersama lintas sektor.
Mata anak sering berkedip bukan pertanda cacingan. Dokter jelaskan penyebab sebenarnya mulai dari alergi, mata kering, gangguan penglihatan, hingga stres.
Kasus anak mengalami cacingan kembali terjadi. Kali kasus ditemukan pada kakak beradik yakni Aprilia yang berusia 4 tahun dan Khaira Nur Sabrina 1,8 tahun.
Pada orang dewasa, telur cacing gelang bisa masuk ke tubuh karena menempel di jari tangan saat makan atau cacing tambang bisa masuk dari kaki melalui pembuluh darah.
Cacing akan bertelur di dalam tubuh hingga berbentuk kista dan beredar ke semua organ melalui pembuluh darah mulai dari otot, otak dan jantung.
Viral di media sosial seorang anak berusia 3 tahun berinisial R di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia karena di dalam tubuhnya penuh cacing.
Dua pria di AS mengalami infeksi serius akibat cacing Strongyloides setelah menerima ginjal dari donor yang sama.
Infeksi cacing parasit zoonotik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di wilayah dengan interaksi tinggi antara manusia dan hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved