Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembukaan hutan tidak hanya mengancam kelestarian ekosistem, tetapi juga memperbesar risiko penularan penyakit zoonosis, infeksi yang berpindah dari hewan ke manusia.
Dengan hilangnya habitat alami satwa liar, peluang kontak antara manusia dan hewan pembawa penyakit semakin meningkat.
Opossum, misalnya, hewan omnivora yang sering kali membawa parasit berbahaya seperti patogen penyebab penyakit Chagas.
Penyakit Chagas disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi yang dapat menular melalui gigitan serangga penghisap darah. Parasit ini menyebar melalui tinja atau urin serangga yang menggigit manusia atau hewan untuk menghisap darah.
Tidak hanya manusia, lebih dari 180 spesies hewan liar dan domestik juga dapat menjadi inang patogen ini, menjadikan upaya pemberantasan penyakit Chagas semakin sulit.
Penelitian terbaru dari Universitas Ulm, yang diterbitkan dalam jurnal One Health, mengungkapkan bahwa semakin sering campur tangan manusia terhadap alam, semakin banyak hewan inang yang terinfeksi Trypanosoma cruzi.
Hal ini meningkatkan potensi penyebaran penyakit zoonosis. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kerusakan keanekaragaman hayati akibat kegiatan manusia dapat memperburuk penyebaran patogen zoonosis.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini sekitar 6 hingga 7 juta orang di dunia terinfeksi penyakit Chagas.
Sementara sekitar 75 juta orang lainnya tinggal di daerah dengan risiko penyebaran yang tinggi, terutama di kawasan Amerika Latin. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius pada jantung dan sistem pencernaan, bahkan mengancam nyawa.
Meski obat efektif tersedia untuk tahap awal penyakit ini, hingga kini belum ditemukan vaksin. Penyebaran penyakit Chagas semakin meluas, didorong oleh perubahan iklim yang menciptakan kondisi lingkungan baru, memfasilitasi serangga penghisap darah sebagai vektor penyebaran penyakit.
Penelitian dari Universitas Ulm menegaskan hubungan erat antara manusia, hewan, dan lingkungan dalam membentuk ekosistem kehidupan. Upaya terbaik untuk mencegah penyakit zoonosis adalah dengan menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati yang utuh. (Z-10)
Risiko penularan penyakit bisa meningkat semasa liburan akhir tahun, utamanya pada anak-anak yang berlibur ke luar negeri bersama keluarga.
Penyakit menular telah lama menjadi tantangan utama dalam kesehatan masyarakat global lantaran penyebarannya yang cepat
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin telah mengumumkan peluncuran strategi kesiapsiagaan dan respons global dalam menghadapi wabah penularan mpox (cacar monyet).
Penularan Tuberkulosis (Tb) masih tinggi dengan 282.281 kasus dilaporkan hingga Juni 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan notifikasi kasus sejak 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus memperkuat upaya pemantauan terhadap strain virus Avian Influenza
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
Peneliti temukan Pteropine orthoreovirus (PRV) pada pasien di Bangladesh. Menyerupai gejala virus Nipah, virus ini menular melalui air nira mentah.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved