Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera menyelesaikan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dilaksanakan selama masa liburan sekolah. Juknis itu dianggap sangat penting untuk mencegah terjadinya masalah dalam hal penyaluran hingga menu MBG.
Edy mengatakan, masalah seperti menu MBG yang basi hingga pemberian bahan mentah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Tangerang Selatan tak boleh lagi terulang. Ia mengatakan hal-hal seperti itu seharusnya sudah bisa dicegah dengan format yang jelas dan ketat.
"Dalam kasus Tangsel, jelas bahwa pemberian MBG dalam bentuk bahan mentah dilakukan tanpa payung kebijakan dari BGN. Ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan kontrol teknis di lapangan," kata Edy sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, (21/6).
Ia mengatakan memberikan MBG saat liburan sekolah harus sangat diperhatikan karena memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dibandingkan dengan dibagikan langsung di sekolah. Hal itu juga pasti akan mendapatkan perhatian yang besar dari publik.
Menurutnya, simpang siur pemberian MBG dalam bentuk makanan jadi atau bahan makanan masih menjadi isu di lapangan. Menurut dia, hal ini lantaran BGN sebagai penanggung jawab MBG tidak memitigasi masalah.
"Libur sekolah pada minggu ketiga Juni hingga awal Juli sudah ada di kalender akademik. Seharusnya BGN jauh-jauh hari sudah mengantisipasi ini dengan memikirkan bagaimana pemberian MBG," katanya.
Menurut dia, juknis diperlukan sebagai pedoman bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, katanya, program ini menyangkut soal gizi anak. Untuk itu, sosialisasi juknis seharusnya dilakukan jauh sebelum musim libur sekolah agar SPPG memiliki siasat bagaimana mendistribusikan MBG.
Dia menambahkan, MBG bukan hanya sekadar menyalurkan makanan ke penerima manfaat, tetapi juga memastikan bahwa yang dikonsumsi sesuai dengan standar gizi. (Ant/H-3)
BGN menegaskan penghentian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga satu bulan di Bandarlampung bukan mekanisme normal.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan Program MBG tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan membuka peluang kerja baru.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah melakukan pengetatan belanja negara hingga Rp308 triliun pada tahun pertama masa pemerintahannya
Hingga saat ini program MBG telah menjangkau sedikitnya 60.200.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Prabowo perintahkan KSP Qodari kumpulkan video ramalan gagal MBG. Program Makan Bergizi Gratis kini capai 60,2 juta penerima, target 82,9 juta di 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved