Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 7 SMP (sekolah menengah pertama), kita mengenal sejumlah istilah baru. Agar lebih mudah memahami pelajaran IPA, kita mesti mengetahui makna dari kata-kata tersebut.
Apa saja kata-kata baru yang mesti kita pahami? Berikut glosarium untuk buku IPA kelas 7 SMP (sekolah menengah pertama) Kelas VII karya Victoriani Inabuy dkk.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), glosarium adalah kamus dalam bentuk yang ringkas atau daftar kata dengan penjelasan dalam bidang tertentu.
1. Abiotik: benda tak hidup.
2. Asteroid: benda langit yang mengelilingi Matahari dengan massa yang lebih kecil dari planet.
3. Aurora: fenomena alam berupa pancaran cahaya yang diakibatkan adanya medan magnet yang berinteraksi dengan partikel dari pancaran Matahari.
4. Bimetal: logam yang tersusun dua lapis dengan nilai kalor jenis berbeda.
5. Bioma: ekosistem yang sangat luas dan memiliki vegetasi tumbuhan yang khas.
6. Biotik: benda hidup.
7. Biosfer: lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan.
8. Deforestasi: penggundulan hutan.
9. Difusi: pergerakan partikel dari bagian yang berkonsentrasi tinggi ke bagian yang konsentrasinya lebih rendah.
10. Ekologi: ilmu yang mengkaji hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
11. Ekosistem: interaksi antara makhluk hidup di suatu wilayah dengan lingkungannya yang saling memengaruhi.
12. Gaya: tarikan atau dorongan kepada benda yang dapat merubah kecepatan dan bentuk benda.
13. Gerak revolusi: gerakan planet mengelilingi Matahari.
14. Kalor: energi panas yang mengalir dari benda suhu tinggi ke suhu rendah.
15. Komet: benda langit yang berasal dari sisa-sisa pembentukan tata surya.
16. Komunitas: kumpulan berbagai makhluk hidup yang berinteraksi dan hidup di area tertentu.
17. Gerak rotasi: gerakan planet berputar pada sumbunya.
18. Habitat: tempat makhluk hidup.
19. Hipotesis: dugaan sementara akan hasil percobaan yang dapat diuji.
20. Individu: satu makhluk hidup (tunggal).
21. Kompresibilitas: kemampuan suatu zat untuk ditekan atau dimampatkan.
22. Meteoroid: benda langit dengan ukuran bervariasi seperti batu luar angkasa.
23. Meteor: meteoroid yang jatuh ke permukaan Bumi.
24. Meteorit: meteor yang menyentuh tanah.
25. Metode ilmiah: pendekatan atau cara yang dipakai dalam penelitian suatu ilmu.
26. Orbit: jalur yang dilalui benda langit yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi.
27. Partikel: unsur terkecil penyusun benda, berukuran sangat kecil.
28. Planet kerdil: benda langit bukan satelit yang mengelilingi Matahari dengan bentuk hampir bulat tetapi orbitnya masih dilalui benda langit lain.
29. Populasi: kumpulan individu sejenis yang berinteraksi pada tempat tertentu.
30. Resultan: penjumlahan/pengurangan semua gaya yang bekerja pada suatu benda atau sistem.
31. Reversibel: bolak-balik.
32. Satelit: benda yang mengelilingi benda langit lain.
33. Satuan Astronomi: satuan jarak antara Bumi dan Matahari.
34. Takson: urutan kelompok makhluk hidup.
35. Taksonomi: ilmu tentang pengelompokan mahluk hidup.
36. Termometer: alat ukur suhu suatu ruang atau benda.
37. Variabel bebas: faktor yang diuji untuk menentukan variabel lain.
38. Variabel kontrol: faktor-faktor yang harus dipertahankan sama sebagai pembanding.
39. Variabel terikat: faktor yang diamati karena berubahnya variabel lain.
40. Zat: materi yang memiliki massa dan menempati ruang. (Z-2)
Apapun lingkungannya, kemampuan organisme menopang hidup tergantung pada faktor-faktor tertentu yang dapat diklasifikasikan sebagai benda tidak hidup (abiotik) atau benda hidup (biotik).
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
kemandirian daerah dapat dicapai melalui penguatan regulasi inovasi dan perluasan replikasi praktik-praktik yang terbukti efektif.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan kolaborasi multisektor merupakan fondasi utama bagi penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Sebanyak 123.320 bibit pohon ditanam di Jawa Barat dalam rangka program Penanaman Vegetasi untuk Mitigasi, bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia.
Peningkatan kualitas pendidikan di daerah merupakan upaya strategis dalam memperkuat daya saing bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved