Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS berkontribusi terhadap banyak penyakit berbahaya dan mematikan seperti flu, Ebola, rabies, covid-19, dan cacar. Meskipun dapat menyebabkan kematian, mikroba ini umumnya tidak dianggap hidup.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana sesuatu yang begitu merugikan seperti virus dapat menyebar dengan cepat, berkembang biak, dan menginfeksi organisme lain tetapi tidak dianggap sebagai bentuk kehidupan? Penjelasannya rumit dan telah menjadi topik diskusi sejak virus pertama kali diidentifikasi pada 1898.
Virus merupakan organisme kecil (patogen) yang mampu menginfeksi dan menyebabkan penyakit. Virus dapat menyerang manusia, tumbuhan, hewan, bakteri, serta jamur. Setiap jenis virus spesifik dalam menginfeksi jenis inang tertentu.
Virus terdiri dari informasi genetik yang terdapat dalam "wadah" suatu pelindung yang dikenal sebagai kapsid.
Virus tidak terbentuk dari sel, sehingga tidak memiliki semua komponen yang dimiliki oleh sel untuk menghasilkan lebih banyak salinan dirinya.
Sebagai alternatif, virus membawa instruksi dan memanfaatkan mesin sel inang untuk menggandakan dirinya.
Para peneliti tidak sepenuhnya yakin mengenai status kehidupan virus. Secara umum, ilmuwan menggunakan kriteria tertentu untuk mengevaluasi apakah suatu entitas dapat dianggap hidup.
Berikut adalah ciri umum makhluk hidup dan alasan virus tidak termasuk makhluk hidup.
Makhluk hidup memiliki sel
Virus tidak memiliki struktur seluler. Virus dilindungi oleh lapisan protein yang menjaga materi genetiknya (baik DNA maupun RNA). Namun, mereka tidak memiliki membran sel atau organel lain (seperti ribosom atau mitokondria) yang ditemukan pada sel.
Makhluk hidup bereproduksi
Biasanya, sel melakukan reproduksi melalui penggandaan DNA-nya. Berbeda dengan sel, virus tidak dilengkapi alat untuk menggandakan DNA-nya sendiri. Namun, virus memiliki cara lain untuk membuat salinan baru.
Metode ini melibatkan pengiriman informasi genetik virus ke dalam sel inang, yang memicu sel tersebut untuk memproduksi salinan DNA virus, sehingga menghasilkan lebih banyak partikel virus.
Banyak ilmuwan berpendapat meski virus dapat memanfaatkan sel inang untuk berkembang biak, mereka tetap tidak tergolong hidup dalam pengertian ini karena virus tidak memiliki alat untuk mereplikasi materi genetik secara independen.
Virus dianggap sebagai entitas non-hidup karena tidak perlu memperoleh energi untuk bertahan hidup dan tidak dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri.
Berbeda dengan makhluk hidup yang memenuhi kebutuhan energi melalui metabolisme yang menghasilkan adenosine triphosphate (ATP) sebagai sumber energi, virus dapat bertahan hidup tanpa bergantung pada sumber energi apa pun.
Secara teoritis, virus mampu berpindah tempat terus-menerus sampai menemukan sel yang sesuai untuk menempel dan menginfeksinya, sehingga dapat memproduksi lebih banyak salinan dirinya.
Virus adalah makhluk yang unik dan menarik. Meskipun virus tidak memenuhi semua kriteria organisme hidup, virus memainkan peran yang sangat penting dalam ekosistem dan kesehatan manusia.
Pemahaman yang lebih baik tentang virus akan memungkinkan kita mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular. (cosmosmagazine/askabiologist/Z-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved