Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Azhar Ghazali mengatakan dengan kunjungan menteri agama ke Arab Saudi maka ada lobi-lobi strategis terkait penambahan kuota haji.
"Maka jika ada penambahan segera difinalisasi termasuk memastikan layanan jemaah haji di Tanah Suci gambarannya seperti apa," kata Azhar.
Masyarakat berharap ketika menteri agama pulang ke Indonesia membawa oleh-oleh berupa berita baik terkait penambahan kuota haji ke depannya dan pelayanan haji yang meningkat untuk jemaah haji di Tanah Suci.
"Tapi yang paling baik adalah kuota haji yang harus dipastikan. Termasuk juga urusan dengan pihak pengusaha di sana yang akan memberikan di Armuzna,"
Sebelumnya Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M. Persiapan haji tahun ini diharapkan dilakukan dengan optimal dan meningkat kualitasnya.
“Harapan Presiden RI, Pak Probowo Subianto, ke depan haji selain murah juga harus lebih baik. Ini tantangan bagi kami semua,” kata Nasaruddin.
Diketahui jumlah jemaah haji 1446 H/2025 M sebanyak 221 ribu jemaah dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp89.410.258 per jemaah.
Komposisi haji 1446 H/2025 M terdiri dari biaya bersumber dari nilai manfaat rata-rata per jemaah haji sebesar Rp33.978.580 atau sebesar 38% dari rata-rata BPIH yang dialokasikan untuk pengelolaan ibadah haji di luar dan dalam negeri.
Sehingga total nilai manfaat yang digunakan untuk BPIH 1446 H/2025 M sebesar RP6,8 triliun atau turun sebesar Rp1,3 triliun dari tahun sebelumnya.
Kemudian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibiayai langsung oleh jemaah haji sebesar Rp55.431.750 atau sebesar 62% yang dialokasikan untuk biaya penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, biaya hidup. Dengan keputusan tersebut maka Bipih 1446 H/2025 M turun sebesar Rp614.420 dari Bipih tahun lalu. (S-1)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved