Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HIPERTENSI, yang selama ini dianggap sebagai masalah kesehatan pada orang dewasa atau lanjut usia, kini juga menjadi ancaman serius bagi remaja. Di mana prevalensinya menunjukkan peningkatan.
Menurut penelitian Liu et al. (2022), prevalensi hipertensi di kalangan remaja mencapai 15% dan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2017, sekitar 23% remaja berisiko mengalami hipertensi. Angka ini meningkat pada 2018, di mana prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun mencapai 34,1%.
Secara medis, hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah dalam arteri meningkat. Seseorang dianggap memiliki hipertensi jika tekanan darah sistoliknya mencapai 140 mmHg atau lebih, dan tekanan darah diastoliknya 90 mmHg atau lebih.
Hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena gejalanya yang tidak terlihat jelas dan sering mirip dengan penyakit lain. Beberapa gejala umum yang bisa muncul antara lain sakit kepala, rasa berat di tengkuk, pusing, jantung berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), dan mimisan.
Hipertensi pada anak muda dan remaja dapat memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan. Pasalnya cenderung berlanjut hingga usia dewasa dan bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology, remaja atau anak muda dengan tekanan darah yang melebihi batas normal memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami masalah jantung di kemudian hari.
Selain itu hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.
Hipertensi pada remaja dapat disebabkan kondisi medis tertentu, seperti gangguan fungsi ginjal, pembuluh darah, jantung, atau sistem endokrin. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan hipertensi pada usia muda antara lain:
Meskipun Anda merasa tidak memiliki kondisi medis tertentu, hipertensi tetap bisa terjadi karena beberapa faktor. Berikut adalah beberapa faktor penyebab hipertensi pada remaja:
Hipertensi pada remaja sering tidak terdeteksi hingga gejalanya muncul, sehingga Perlu untuk memeriksa tekanan darah secara rutin sejak usia 20 tahun, terutama jika memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko hipertensi. Untuk mencegahnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sejak dini, di antaranya:
Remaja harus peduli akan hipertensi, karena penyakit ini dapat menimbulkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga perlu menjaga kesehatan agar tetap sehat di usia lanjut. (kemkes/dinkes/sardjito/Z-3)
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan di Kali Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) sore.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved