Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAM lambung adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar di lambung untuk membantu proses pencernaan makanan.
Cairan ini mengandung asam hidroklorida (HCl) yang berfungsi untuk memecah makanan, membunuh bakteri yang mungkin ada dalam makanan, serta membantu penyerapan beberapa nutrisi.
Asam lambung memiliki pH yang sangat rendah (sekitar 1,5 hingga 3,5), yang membuatnya cukup kuat untuk mencerna makanan yang kita konsumsi. Namun, dalam kondisi normal, asam lambung hanya berada di dalam lambung dan tidak menyebabkan masalah.
Masalah timbul ketika asam lambung naik ke bagian tubuh lain, seperti kerongkongan, yang bisa menyebabkan gejala yang mengganggu, seperti rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, atau bahkan komplikasi yang lebih serius.
Asam lambung naik, atau yang biasa dikenal dengan gastroesophageal reflux disease (GERD), terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu.
Salah satu gejala paling umum adalah rasa terbakar atau nyeri di dada, terutama setelah makan atau saat berbaring. Nyeri ini bisa terasa seperti rasa terbakar yang menyebar ke dada atau tenggorokan.
Penderita asam lambung naik sering merasa mual, bahkan bisa muntah. Muntah yang terjadi sering mengandung makanan yang sudah tercampur dengan asam lambung.
Asam lambung yang naik bisa menyebabkan perut terasa kembung, penuh, atau tidak nyaman, yang sering disertai dengan gas berlebihan.
Regurgitasi adalah kondisi ketika makanan atau cairan, termasuk asam lambung, kembali ke tenggorokan. Hal ini bisa menyebabkan rasa asam atau pahit di mulut.
Rasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan atau sensasi tercekik sering terjadi, terutama saat tidur atau setelah makan.
Sering bersendawa, terutama setelah makan, adalah gejala umum dari asam lambung yang naik. Sendawa terjadi karena gas dari perut berusaha keluar.
Asam lambung yang naik ke tenggorokan bisa menyebabkan iritasi pada pita suara, yang dapat menyebabkan suara serak atau tenggorokan terasa kering.
Kondisi ini sering terjadi pada malam hari atau saat tidur. Batuk bisa menjadi kronis akibat iritasi pada saluran pernapasan akibat asam lambung yang naik.
Penderita asam lambung yang naik mungkin mengalami kesulitan saat menelan makanan atau bahkan cairan. Hal ini bisa disebabkan oleh peradangan di tenggorokan akibat asam lambung.
Rasa asam atau pahit di mulut adalah akibat dari asam lambung yang masuk ke tenggorokan dan mulut. Ini sering kali terjadi setelah makan atau saat berbaring.
Beberapa orang yang mengalami asam lambung naik bisa merasa sesak napas atau napas pendek, terutama saat tidur. Ini terjadi karena asam lambung yang naik bisa mengganggu saluran pernapasan.
Gejala asam lambung naik bisa bervariasi dari orang ke orang, tetapi jika Anda mengalami beberapa dari ciri-ciri di atas secara teratur, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
Perawatan yang tepat, termasuk perubahan gaya hidup dan pengobatan, dapat membantu mengelola gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut. (Z-12)
Asam lambung mampu melarutkan logam, namun mengapa perut kita tidak ikut hancur?
penggunaan minuman berkarbonasi untuk bezoar diduga dapat membantu memecah bahan berserat dalam fitobezoar lambung yang menyumbat
Penderita GERD tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir kambuh. Simak tips aman memilih jenis kopi, waktu minum, dan cara konsumsi yang tepat.
Penderita gangguan pencernaan, khususnya asam lambung, tetap bisa menikmati kopi harian asal memperhatikan jenis biji kopi, takaran, serta cara konsumsinya.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan komplikasi serius
Pengobatan penyakit asam lambung memasuki babak baru dengan hadirnya tiga obat golongan Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB): Fexuprazan, Vonoprazan, dan Tegoprazan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved