Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dr Dian Sulistya Ekaputri menyebutkan susu pertumbuhan dapat mengatasi tiga malnutrisi yakni kekurangan gizi, gizi berlebih, dan kekurangan mikronutrien.
Dian menyebutkan bahwa kekurangan gizi sering kali terlihat pada anak-anak dengan stunting (pertumbuhan terhambat) atau wasting (berat badan sangat rendah). Selain masalah fisik, katanya, anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dapat menghadapi risiko perkembangan mental yang terhambat, serta masalah kesehatan yang serius.
"Sementara gizi berlebih akibat dari konsumsi makanan tinggi kalori tetapi rendah gizi ini sering mengarah pada obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Hal ini tidak terlepas dari perubahan gaya hidup dan pola makan yang lebih terfokus pada makanan cepat saji dan rendah nutrisi,"kata dia.
Di sisi lain, kekurangan mikronutrien, seperti vitamin, zat besi, dan yodium, sering kali tersembunyi dan sulit dikenali, namun dampaknya bisa
sangat besar, seperti anemia akibat kekurangan zat besi, atau gangguan penglihatan dan sistem kekebalan akibat kekurangan vitamin A.
Oleh karena itu, dia menilai perlunya sumber asupan yang dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan nutrisi tersebut, salah satunya adalah susu, yang memiliki sejumlah manfaat.
Dia mencontohkan, susu formula dan pertumbuhan yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang secara optimal seperti
zat besi dan vitamin C.
"Susu pertumbuhan ada juga yang dilengkapi dengan IronC yaitu kombinasi unik zat besi dan vitamin C, yang dapat mendukung penyerapan zat
besi hingga 2 kali lipat,"kata Dian. (Ant/H-3)
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Perang yang menghancurkan di Gaza kini memasuki tahun ketiganya, menjadikannya konflik terpanjang yang pernah dijalani Israel sejak perang 1948, ketika negara itu berdiri.
Masalah nutrisi pada anak di Indonesia masih menjadi tantangan besar.
Dalam sehari, tujuh orang, termasuk dua anak, kembali tercatat meninggal dunia di rumah sakit Gaza, meningkatkan total korban meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi
Kementerian Kesehatan Palestina yang dikelola Hamas mengatakan tujuh warga Gaza meninggal dunia akibat malnutrisi.
Kelaparan massal melanda Gaza, membuat dokter bekerja dalam kondisi lemah dan pingsan saat bertugas. Lebih dari 900 ribu anak kini menderita kelaparan parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved