Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 41 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT BNET Zona Edukasi Nasional (BNET Academy) di Plaza Insan Berpretasi, Gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Kemendikbudristek) Jakarta, Senin (09/09).
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan Webinar Akselerasi Keterampilan dan Meningkatkan Serapan Lulusan Vokasi di Industri Telekomunikasi bersama BNET yang diikuti oleh SMK dengan Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer Jaringan di wilayah Cikarang, Karawang dan Purwakarta, dimana 41 SMK diantaranya melakukan penandatanganan hari ini.
Penandatanganan PKS disaksikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Tatang Muttaqien, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri ( DUDI) Ditjen Vokasi,Adi Nuryanto, Direktur SMK Ditjen Vokasi, Muhammad Yusro, Komisaris PT Zona Edukasi Nasional (BNET Academy), Roberto Gustinov, serta Direktur PT Zona Edukasi Nasional (BNET Academy), Zulfah Haifa.
Baca juga : Sambut Vokasifest 2024, Kemendikbud-Ristek Hadirkan Wirausaha Muda untuk Latih SMK
Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI) sebagai penghubung antara Satuan Pendidikan Vokasi dengan DUDI, mengapresiasi kolaborasi yang dirajut kedua belah pihak. Direktur Mitras DUDI Ditjen Vokasi Kemendikbudristek, Adi Nuryanto berharap kolaborasi keduanya dapat menciptakan ekosistem kemitraan yang solid dan berkelanjutan sehingga memberikan berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia keseluruhan.
“Kami mengapresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh BNET untuk meningkatkan pemahaman tentang kebutuhan industri telekomunikasi terhadap keterampilan lulusan vokasi. TEFA ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara SPV dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri,” ungkap Adi.
Saat ini, Indonesia memiliki 8.105 SMK di bidang Teknik Komputer dan Informatika di seluruh Indonesia. Dengan jumlah ini, pendidikan vokasi merupakan kunci dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, SMK, dan DUDI agar tercipta pendidikan vokasi yang efektif, responsif, dan berkualitas.
Baca juga : 29 Perusahaan Retail Buka Ratusan Peluang Kemitraan dengan SMK dan PTV
“Kami mendorong Direktorat Mitras DUDI untuk memperluas kerja sama dengan DUDI karena semakin banyak DUDI yang terlibat, akan semakin banyak siswa yang bisa menikmati proses pembelajaran langsung dengan dunia kerja,” ujar Plt Dirjen Vokasi Kemendikbudristek,Tatang Muttaqien.
Menanggapi hal tersebut, Komisaris PT Zona Edukasi Nasional (BNET Academy), Roberto Gustinov mengutarakan BNET sebagai perusahaan internet provider yang berdiri sejak tahun 2010 berkomitmen untuk berperan dalam dunia pendidikan. Roberto menjelaskan, banyak kebutuhan industri yang didapatkan melalui dunia pendidikan, salah satunya kebutuhan akan tenaga kerja.
“Sebagai orang Karawang yang tumbuh di Karawang, saya berkomitmen untuk mencapai cita-cita BNET untuk membawa masyarakat melalui transformasi digital,” kata Roberto Gustinov.
Pada kesempatan sama, Direktur BNET Academy, Zulfah Haifa mengapresiasi pemerintah yang telah memfasilitasi industri untuk berkolaborasi dengan SMK. Zulfah mengatakan, SMK memiliki sumber daya manusia yang berharga dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Ini merupakan penandatanganan PKS kami yang pertama kali dan difasilitasi Mitras DUDI, kami sangat mengapresiasi karena ternyata pemerintah mendukung industri. Lalu kenapa BNET berkolaborasi dgn SMK, SMK merupakan potential resource. Harapannya dapat sama-sama berkembang sehingga tercipta keterserapan, ataupun ketika ada project yang bisa dikolaborasikan, kita juga bisa selenggarakan di SMK juga. SMK sangat berpotensi, dan kami hadir untuk menyelaraskan agar bisa sesuai dengan kebutuhan industri,” pungkas Zulfah Haifa.
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Lulusan pendidikan Vokasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Serentak Politeknik.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kemitraan berkelanjutan mampu memberikan manfaat berlapis, salah satunya memperkuat kapasitas institusi pendidikan sebagai penyedia talenta.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland  menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Para siswa menampilkan berbagai produk inovatif hasil produksi sendiri, mulai dari sektor Food and Beverage (FnB), digital printing, web hosting, hingga produk kebersihan rumah tangga.
Unpas dan Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dalam penguatan lulusan SMK.
Roadshow diselenggarakan di Bandung, Makassar, dan Semarang, pada 1, 3, dan 4 Desember 2025.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland  menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kebutuhan akan System Administrator (SysAdmin) terus meningkat.
FAKULTAS Ilmu Komunikasi (Fikom) dan Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar pelatihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved