Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RABIES merupakan penyakit yang hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan atau kontak langsung dengan air liur hewan yang terinfeksi virus rabies.
Manusia yang terinfeksi rabies harus segera mendapatkan penanganan medis, karena jika dibiarkan, infeksi ini dapat merusak sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian.
Baca juga : 50 Penyakit Kritis Bisa Ditanggung Asuransi Sejak Stadium Awal
Artikel ini akan membahas gejala rabies pada manusia, cara pengobatannya, serta fase kritis yang sering kali diabaikan.
Rabies berkembang melalui beberapa fase dengan gejala yang berbeda-beda. Secara umum, gejala rabies dapat dibagi menjadi empat fase utama:
Pada tahap ini, virus belum menunjukkan gejala yang nyata. Masa inkubasi biasanya berlangsung selama 1-3 bulan, tetapi bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung pada lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk ke tubuh. Beberapa gejala awal yang mungkin muncul termasuk:
Baca juga : Hingga Mei 2024, Kasus Leptospirosis Capai 367 dengan 42 Kematian
Setelah inkubasi, gejala awal mulai muncul. Fase ini ditandai oleh:
Pada fase ini, virus rabies mulai menyerang sistem saraf pusat. Gejala yang muncul bersifat sangat parah dan dapat mencakup:
Pada fase terakhir, rabies menyebabkan kelumpuhan yang dimulai dari tubuh bagian bawah dan merambat ke bagian atas. Jika tidak segera ditangani, penderita akan mengalami koma dan akhirnya meninggal akibat kegagalan pernapasan.
Baca juga : Cacar Monyet Sebabkan Kematian Penderita di Afrika Selatan
Jika sudah mencapai fase neurologis, rabies hampir selalu berujung pada kematian. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pengobatan segera setelah terpapar. Berikut adalah langkah-langkah penanganan rabies:
Langkah pertama dan paling penting adalah membersihkan luka. Cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit untuk mengurangi jumlah virus yang masuk ke tubuh. Penggunaan antiseptik seperti povidone-iodine juga dianjurkan.
Setelah membersihkan luka, langkah selanjutnya adalah memberikan vaksin rabies. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah virus menyebar lebih jauh di dalam tubuh. Biasanya, vaksin diberikan dalam beberapa dosis dalam jangka waktu 14 hari.
Baca juga : Pola Makan Vegetarian Dapat Menurunkan Risiko 3 Penyakit Ini Secara Signifikan!
Selain vaksin, imunoglobulin rabies juga direkomendasikan bagi mereka yang belum pernah menerima vaksin rabies sebelumnya. Imunoglobulin ini mengandung antibodi yang bekerja langsung melawan virus rabies dan membantu melindungi tubuh sebelum vaksin mulai bekerja secara efektif.
Banyak orang tidak menyadari pentingnya fase inkubasi dan prodromal dalam deteksi dini rabies. Fase ini sering kali diabaikan karena gejalanya mirip dengan infeksi ringan, seperti flu atau kelelahan.
Padahal, fase-fase ini merupakan periode kritis di mana tindakan medis harus segera diambil untuk mencegah virus berkembang lebih jauh.
Jika pasien sudah memasuki fase neurologis akut, rabies hampir tidak dapat diobati.
Fase kritis yang sering terlupakan adalah periode antara paparan virus hingga munculnya gejala parah. Saat ini, vaksinasi rabies pasca-paparan menjadi sangat penting. Jika vaksinasi dan pengobatan dilakukan pada tahap awal, risiko terkena rabies dapat dihindari.
Rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya, tetapi dapat dicegah jika ditangani dengan cepat. Mengenali gejala sejak dini dan memahami pentingnya fase kritis dapat menyelamatkan nyawa.
Segera setelah terpapar oleh hewan yang dicurigai mengidap rabies, tindakan medis, seperti membersihkan luka dan mendapatkan vaksin rabies, harus dilakukan.
Pengenalan awal pada fase inkubasi dan prodromal sangat penting, karena sering kali fase ini diabaikan hingga terlambat.
Jangan pernah menunda untuk mendapatkan perawatan medis setelah terpapar rabies. Fase-fase awal penyakit ini mungkin tampak sepele, tetapi sangat penting untuk mencegah penyakit yang berakibat fatal. (Z-10)
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar.
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Pada tahap akhir infeksi, penderita rabies bisa mengalami kondisi mengerikan yang disebut hydrophobia, atau ketakutan ekstrem terhadap air.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasus rabies pun terus meningkat di beberapa kota dan negara, sehingga kewaspadaan pemilik hewan sangat dibutuhkan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko rabies
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved