Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mengantisipasi gizi buruk dan stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memprogramkan kegiatan gerakan sedekah Satu Telur Satu Minggu atau Sate Sami.
Dengan cara ini Pemkot mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat memberikan satu telur setiap minggu.
Kemudian telur-telur tersebut didistribusikan kepada keluarga yang membutuhkan untuk diberikan kepada mereka yang punya balita.
Baca juga : Cegah Stunting di Brebes Mahasiswa IPB Inovasi Abon Telur
"Telur-telur ini akan digunakan untuk mendukung program pemberian makanan tambahan kepada anak-anak balita, terutama kepada keluarga yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin, Senin (5/8).
Lebih jauh Pj menjelaskan, ASN di lingkungan Pemkot Tangerang tercatat sekitar 10 ribu orang. Mereka akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut secara rutin setiap Minggu.
"Targetnya 10.000 telur setiap minggu, kegiatan ini akan terus berlanjut untuk mencegah gizi buruk atau stunting, meningkatkan gizi dan pertumbuhan bagi anak-anak, khususnya bayi dan balita di Kota Tangerang," paparnya.
Baca juga : Prabowo-Gibran Bagikan Makanan untuk Anak Stunting di NTT
Di mana proses pendistribusiannya, kata dia, akan dilakukan melalui Dapur Sehat PKK dan Posyandu di setiap RW yang tersebar di 13 Kecamatan se-Kota Tangerang.
"Dari situ, telur-telur akan didistribusikan kepada keluarga yang membutuhkan," imbuhnya
Nurdin juga mengatakan, Gerakan Sate Sami merupakan wujud nyata kepedulian Pemkot Tangerang terhadap masa depan anak-anak. Dengan memberikan tambahan asupan gizi.
Baca juga : Atasi Stunting, Sumatra Barat Bagi-Bagi Sembako dan Telur
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi angka gizi buruk dan stunting di Kota Tangerang.
"Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk mendukung program ini demi mewujudkan generasi yang sehat dan kuat di masa depan," tandasnya.(Z-8)
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved