Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SMARTWATCH atau jam tangan pintar kini lebih dari sekadar alat untuk mengirim pesan atau mendengarkan musik. Gawai itu telah menjadi bagian penting dari rutinitas kesehatan bagi banyak orang.
Namun, pertanyaannya adalah apakah jam tangan pintar benar-benar efektif dalam memantau kesehatan kita, seperti mendeteksi masalah jantung, mengukur kadar oksigen atau glukosa darah, serta memantau kualitas tidur? Untuk menjawab pertanyaan ini, Leana Wen, seorang ahli kesehatan yang juga pengguna jam tangan pintar memberi penjelasan.
Menurut laporan dari Insider Intelligence/eMarketer, pada 2023, lebih dari seperempat populasi Amerika Serikat (AS) menggunakan jam tangan pintar atau perangkat serupa untuk melacak kesehatan dan kebugaran mereka. Diperkirakan, pada 2026, lebih dari 100 juta orang AS akan menggunakan perangkat wearable pintar ini.
Baca juga : Apple Akan Ajukan Banding terhadap Larangan Impor Jam Pintar di AS
Wen, seorang dokter darurat, profesor asosiasi klinis di George Washington University, dan mantan Komisaris Kesehatan Baltimore, menjelaskan jam tangan pintar adalah perangkat teknologi yang mirip arloji. Jam tangan ini sering dilengkapi dengan Bluetooth, yang memungkinkan perangkat terhubung dengan smartphone.
Dengan demikian, pengguna dapat mengakses berbagai fungsi seperti menerima pesan teks, mendengarkan musik, serta menjawab panggilan telepon dan email.
Salah satu fitur utama dari jam tangan pintar adalah pelacakan langkah.
Baca juga : Garmin Punya Fitur Body Battery untuk Lihat Kebugaran, Begini Cara Kerjanya
Wen menyebutkan, "Salah satu fungsi yang sangat berguna adalah pelacakan langkah. Penelitian menunjukkan bahwa menetapkan target langkah harian dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kematian dini."
Sebuah studi yang diterbitkan pada Maret lalu menemukan bahwa berjalan sebanyak 9.000 hingga 10.000 langkah per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 21% dan risiko kematian dini hingga 39%.
Bahkan, studi lain menunjukkan bahwa mengambil 4.000 langkah sehari juga sudah dapat mengurangi risiko kematian dini.
Baca juga : Begini Cara Garmin Bantu Gaya Hidup Sehat Lewat Fiturnya
Bagi mereka yang aktif berolahraga, seperti pelari atau triatlet, jam tangan pintar menawarkan fitur tambahan yang membantu memantau detak jantung selama latihan.
Wen menjelaskan, "Banyak atlet enduransi berlatih dalam zona dua, di mana detak jantung berada di bawah 70% hingga 75% dari detak jantung maksimal. Jam tangan pintar dengan monitor detak jantung membantu memantau detak jantung agar tetap dalam zona yang diinginkan."
Selain itu, beberapa jam tangan pintar dilengkapi dengan fitur pelacakan tempo, jarak, frekuensi langkah, dan GPS yang dapat memberikan arahan serta mendeteksi jenis olahraga yang dilakukan.
Baca juga : Riversong Masuk Pasar Indonesia dengan Luncurkan 3 Model Smartwatch
Namun, dirinya juga menekankan batasan dari jam tangan pintar dalam hal diagnosis medis.
"Jam tangan pintar tidak dibuat untuk mendiagnosis serangan jantung. Jika Anda mengalami nyeri dada dan jam tangan pintar menunjukkan detak jantung serta elektrokardiogram (EKG) normal, itu tidak berarti Anda baik-baik saja. Anda harus segera mencari perawatan medis," tegasnya.
Meskipun jam tangan pintar dapat memberikan indikasi awal, gawai itu tidak menggantikan peralatan medis yang lebih canggih untuk diagnosis yang akurat.
Beberapa jam tangan pintar mengklaim dapat mendeteksi irama jantung yang tidak teratur, seperti fibrilasi atrium, yang bisa meningkatkan risiko stroke jika tidak ditangani.
Ia mengungkapkan, "Jam tangan pintar seperti Apple Watch, Fitbit Sense, dan Samsung Galaxy telah mendapatkan izin dari FDA untuk mendeteksi irama jantung yang tidak teratur pada sebagian orang dewasa. Jika Anda menerima pemberitahuan tentang irama jantung yang tidak normal, Anda harus menghubungi dokter untuk langkah selanjutnya."
Untuk pengukuran kadar oksigen dan glukosa darah, Wen menyatakan bahwa akurasi jam tangan pintar bisa bervariasi.
"Jika Anda memerlukan pengukuran kadar oksigen karena masalah paru-paru, lebih baik menggunakan perangkat khusus seperti pulse oximeter. Perangkat ini lebih dapat diandalkan, meskipun ada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa akurasinya bisa kurang pada orang dengan kulit gelap," tegasnya.
Mengenai gula darah, FDA telah mengeluarkan peringatan untuk tidak menggunakan jam tangan pintar atau cincin pintar yang mengklaim bisa mengukur kadar glukosa, karena hasilnya sering kali tidak akurat dan bisa berbahaya bagi penderita diabetes yang memerlukan pengukuran akurat untuk dosis obat mereka.
Terakhir, mengenai kualitas tidur, Wen menjelaskan, "Banyak jam tangan pintar dapat melacak tidur dan memberikan informasi tentang durasi serta kualitas tidur Anda."
Bagi Wen, data ini sangat bermanfaat.
"Saya menggunakan data tidur untuk menilai perubahan dalam lingkungan tidur dan rutinitas saya. Saya juga memantau variabilitas detak jantung selama tidur, yang bisa menunjukkan tingkat stres dan pemulihan," katanya.
Kesimpulannya, jam tangan pintar dapat memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang ingin memantau kesehatan dan kebugaran mereka secara lebih mendetail. Namun, bagi sebagian orang, data ini bisa menambah tekanan.
Dirinya menyarankan, "Jam tangan pintar adalah alat bantu yang bisa membantu Anda mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran Anda. Namun, jangan biarkan itu menambah stres dalam hidup Anda. Temukan cara terbaik yang sesuai untuk Anda dan gunakan teknologi sebagai alat bantu, bukan sebagai beban tambahan," pungkasnya. (Z-1)
Bagi para pegiat olahraga, Oppo Watch S mendukung lebih dari 100 mode latihan.
Smartwatch umumnya digunakan untuk menerima notifikasi, memantau aktivitas olahraga dan kebugaran, mengukur kesehatan, navigasi GPS dan aktivitas outdoor
Amazfit resmi merilis pembaruan firmware versi 4.4.1.3 untuk smartwatch Amazfit T-Rex 3 Pro. Update terbaru ini berfokus pada perbaikan bug workout.
Lalu, bisa juga untuk GPS dan navigasi untuk lari, sepeda, atau aktivitas outdoor, kontrol musik tanpa buka HP, serta NFC pada beberapa model.
Smartwatch merupakan jam tangan yang pintar karena bisa terhubung ke ponsel dan membantu aktivitas sehari-hari lebih praktis dan sehat.
Smartwatch biasanya terhubung ke ponsel melalui Bluetooth dan bisa digunakan pada Android maupun iOS, tergantung mereknya.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved