Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN perempuan sangat penting mengatasi stunting (tangkes) di Indonesia. Dharma Wanita Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan motivasi dan strategi kepada anggota di daerah dan provinsi untuk bersama mengatasi tengkes yang masih di atas 20%.
Kehadiran Pengurus Dharma Wanita BKKBN pusat dalam rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Semarang tidak sekadar mendampingi suami yang bertugas di badan tersebut, tetapi harus memiliki peran sebagai pendorong untuk mengurangi tengkes di Indonesia hingga memenuhi target 14% di 2024. "Kita hadir di sini untuk turut serta mendorong anggota Dharma Wanita BKKBN di provinsi dan daerah di Indonesia untuk membantu menurunkan angka tangkes," kata Dewan Penasihat DWP BKKBN Reni Hasto Wardoyo, Kamis (27/6), usai memberikan motivasi kepada 200 pengurus di daerah.
Peran perempuan, terutama ibu rumah tangga, lanjut Reni Hasto Wardoyo, dalam mengurangi angka tangkes sangat penting, tidak hanya dari mulai mengandung, melahirkan, tetapi hingga membesarkan karena, baik secara langsung maupun emosional, hubungan dengan anak-anaknya sangat dekat.
Baca juga : 10 Ribu Orang Diperkirakan akan Hadiri Harganas ke-31 di Semarang
Dharma Wanita sebagai mitra, ungkap Reni Hasto Wardoyo, ikut serta bertanggung jawab memberikan arahan dan motor kepada para ibu rumah tangga di mana pun juga. Selain membantu mendorong para suami yang bertugas di instansinya, tugas pengurus pusat memberikan motivasi dan berjalan sumber daya manusia anggotanya.
Ketua Pelaksana Promosi dan KIE Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan BKKBN Asmeri Yosita Nopian mengatakan setiap daerah dalam mengatasi tengkes mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan kemampuan dan inovasi dari setiap anggota Dharma Wanita sesuai kondisi masing-masing daerah.
Di samping itu, menurut Asmeri Yosita Nopian, perlu dukungan dan koordinasi dengan dharma wanita instansi lain. Soalnya, mengatasi masalah tengkes tidak cukup dan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu secara bersama-sama dengan menyesuaikan program masing-masing.
Baca juga : Sasaran Cegah Stunting di Klaten Difokuskan Catin, Bumil, Balita
"Di sini tidak hanya dituntut mendorong suami yang punya tanggung jawab di kantor, tetapi lebih dari itu dapat berperan aktif bersama Dharma Wanita di semua lini, baik pemerintah daerah, dinas kesehatan, social, dan lainnya," ujar Asmeri Yosita Nopian.
Sebelumnya, pengurus Dharma Wanita BKKBN dalam rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional di Semarang juga berkesempatan mengunjungi Rumah Pelita yang selama ini giat promosi dan KIE Pencegahan Stunting. "Ini akan menjadi contoh bagaimana peran lintas sektor bagi Baduta," tambahnya.
Program inovasi penurunan tengkes yang diinisiasi Pemerintah Kota Semarang dengan konsep bergerak bersama melalui perbaikan gizi dan pola asuh balita mampu mengatasi masalah tersebut hingga tuntas. Dharma Wanita merupakan wadah persatuan istri-istri Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan dapat membina anggota, memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Mengemban amanah yang penting Presiden seperti disebut dalam Musyawarah Nasional IV Dharma Wanita Persatuan bahwa perempuan berperan sebagai pionir dalam membangun generasi muda di masyarakat. Selama ini, menurut Reni Hasto Wardoyo, Dharma Wanita cukup berhasil mendukung perempuan untuk melakukan kontribusi baik serta praktik baik dalam masyarakat, seperti mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dan Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.
Kontribusi Dharma Wanita, ujar Reni, melalui pemberian bantuan intervensi kepada anak berisiko stunting dan atau berasal dari keluarga berisiko stunting, seperti yang digelar saat ini cukup terasa manfaatnya. Karenanya, hal itu perlu terus dilaksanakan tidak hanya saat perayaan Harganas tetapi setiap saat. (Z-2)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengungkap peredaran sabu pada 15 Feb dan 15 Mar 2026, menangkap 2 tersangka serta menyita 7,3 kg sabu dan sejumlah barang bukti.
BBWS Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perawatan sejumlah mesin pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang, Semarang, sebagai upaya pengendalian banjir
Berdasarkan data sementara pada H-7 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved