Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Gizi Masyarakat lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tan Shot Yen memaparkan segudang manfaat telur sebagai sumber protein hewani yang serbaguna untuk memenuhi kebutuhan gizi buah hati, khususnya saat diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Salah satunya ialah fakta bahwa telur sebagai sumber protein hewani memiliki kandungan asam amino yang lengkap sama seperti sumber protein hewani lainnya.
"Protein ini disusun oleh asam amino, kala asam aminonya tidak lengkap maka itu kurang baik untuk mendukung tumbuh dan kembang anak," kata Tan Shot Yen, dikutip Jumat (19/4).
Baca juga : Agar Anak tidak Bosan, Kimberly Ryder Kenalkan Variasi makanan
Ia pun membedah kandungan-kandungan penting dari telur untuk pertumbuhan anak yang sedang menjalani MPASI.
Mengambil contoh untuk 100 gram sajian protein hewani dari telur ayam atau sekitar dua butir, ia menyebut di dalam dua telur itu mengandung lemak sebesar 10,8 gram, kalsium sebesar 86 miligram, fosfor sebanyak 258 miligram, zat besi 3 miligram, lutein, zeaxanthin, dan beragam vitamin seperti vitamin A, vitamin E, hingga vitamin B4 (kolin).
Untuk lemak, menurut Tan, hal itu diperlukan dalam tumbuh kembang si kecil karena, bagi anak-anak yang tengah menjalani MPASI, lemak justru menjadi sumber energi untuk menyalurkan banyak gizi di dalam tubuhnya.
Baca juga : Atasi Stunting, Sumatra Barat Bagi-Bagi Sembako dan Telur
Lalu kehadiran zat besi di dalam telur juga penting bagi si kecil untuk membentuk daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Membahas kandungan kalsium dan fosfor dalam telur, keduanya dijelaskan Tan sebagai bahan untuk membangun otot dan tulang yang kuat sehingga nantinya anak bisa memiliki pertumbuhan fisik yang memadai.
Lebih lanjut, ia juga membahas mengenai vitamin B4 atau Kolin yang juga dikenal sebagai kandungan penting untuk mendukung fungsi otak, mendukung kecerdasan anak, dan juga kesehatan hatinya.
Baca juga : Cara Menyiasati Kebutuhan Nutrisi saat Susu tidak Terjangkau
Selain dari sisi gizi, Tan kemudian mengatakan telur bisa bermanfaat bagi ibu yang tengah menyiapkan MPASI karena di Indonesia ada beragam jenis telur mulai dari telur ayam telur bebek, hingga telur puyuh yang bisa dieksplorasi sebagai sumber pangan.
Tidak hanya itu, telur dinilainya sebagai penyelamat di kala anak-anak yang menjalani MPASI sedang dalam fase pertumbuhan gigi atau pun Gerakan Tutup Mulut (GTM).
Hal itu karena telur bisa diolah menjadi banyak tekstur dan bentuk mulai dari bentuk yang padat hingga cair sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan fase pertumbuhan dan kembang anak.
"Telur itu penyelamat saat musim lepeh, lepeh. Karena bisa diolah menjadi sup atau teksturnya dibentuk jadi panjang-panjang seperti untuk telur nasi kuning," pungkasnya. (Ant/Z-1)
MEREK makanan pendamping ASI dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), SUN menggelar Lomba Kreasi Lahap Makan sebaai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak Indonesia.
Mengonsumsi beras ketan hitam memberikan banyak manfaat untuk kesehatan anak, apalagi bahan ini mudah diolah menjadi berbagai hidangan.
Cari tahu 10 makanan sehat terbaik untuk bayi usia 9 bulan yang membantu perkembangan otak, kecerdasan, dan tumbuh kembang optimal.
Tidak sedikit orangtua dengan riwayat alergi makanan kerap memiliki ketakutan bahwa anaknya juga memiliki kondisi serupa, sehingga akhirnya memantang bahan makanan anak.
Peran dominan ibu penting diterapkan terutama bagi anak yang diasuh dalam lingkup keluarga lebih besar melibatkan nenek, kakek, atau pengasuh lainnya.
Orangtua yang ingin menggunakan kaldu-kaldu tersebut di MPASI tetap bisa dilakukan, namun harus mengikuti batas penggunaan yang sesuai dengan usia anak.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Polisi mendalami dugaan penelantaran anak dalam kasus balita jatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Anak diduga hanya diasuh kakaknya.
Seorang balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mengalami luka di bagian dagu.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Dehidrasi pada balita bisa cepat membahayakan. Ketahui gejala dan cara menanganinya. Segera periksa dokter jika gejala memburuk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved