Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TIMBUNAN sampah yang ditinggalkan pemudik di kawasan rest area menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi di masa mudik Lebaran.
Berkaitan dengan itu, Pengkampanye Polusi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Abdul Ghofar mengungkapkan, semua pihak perlu bersinergi untuk mengantisipasi hal tersebut, khususnya di wilayah rest area maupun titik kumpul kendaraan pemudik.
“Berdasarkan pengalaman mudik, ada kesulitan di dalam pengelolaan sampah, khususnya di wilayah rest area dan titik kumpul kendaraan pemudik. Hal ini disebabkan oleh minimnya sarana prasarana hingga petugas pengumpulan sampah,” kata Abdul saat dihubungi, Senin (8/4).
Baca juga : KLHK Minta Pemda dan Pemudik Bisa Kendalikan Sampah
Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan surat edaran nomor 5 tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah di Hari Raya Idul Fitri 2024. Hal itu baginya sudah menjadi panduan yang cukup bagi pemerintah dan pemerintah daerah dalam upaya mengatasi peningkatan sampah selama mudik lebaran.
Berdasarkan pemantauan Ghofar, potensi timbulan sampah selama arus mudik dan balik didominasi oleh sampah kemasan dan sampah makanan. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya peningkatan konsumsi, baik untuk kebutuhan logistik mudik dan balik hingga untuk kebutuhan lebaran.
Ia berharap, pemerintah dan pemerintah daerah harus proaktif mensosialisasikan surat edaran pemerintah, termasuk konsisten mendorong mudik lebaran minim sampah melalui berbagai upaya pengurangan sampah. “Pengurangan sampah adalah kunci dari upaya pengendalian sampah selama musim mudik lebaran,” pungkas Ghofar.
Baca juga : KLHK Minta Pemda Kendalikan Sampah Mudik
Dihubungi terpisah, Direktur Penanganan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengungkapkan, melalui Surat Edaran Menteri KLHK Nomor 5 Tahun 2024 tentang pengendalian sampah di Hari Raya Idul Fitri 2024, pemerintah daerah diminta mengendalikan sampah di masa Idul Fitri secara serius.
“Sudah disampaikan kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota agar mengambil langkah strategis. Oleh karena itu, kami meminta penambahan jumlah petugas untuk mengelola sampah khususnya di periode libur lebaran 2024,” ujar dia.
KLHK memprediksi dari 197 juta orang yang akan mudik ke berbagai wilayah berpotensi menghasilkan sampah sekitar 58 ribu ton dalam jangka waktu dua minggu, sehingga tidak ada kata lain pemerintah daerah harus mengambil langkah strategis mengendalikan sampah untuk menjaga lingkungan dan mewujudkan program Mudik Minim Sampah.
Baca juga : KLHK Minta Pemudik tidak Gunakan Barang Sekali Pakai
Salah satu langkah strategis yang harus diambil adalah kesiapsiagaan dan kecukupan petugas di lapangan khususnya selama periode lebaran Idul Fitri 2024.
Ia mengatakan baik Pemda maupun pengelola tempat istirahat (rest area) di sepanjang jalur mudik dan pengelola tempat wisata harus menyadari bahwa lonjakan pemudik berpotensi menimbulkan masalah sampah baru.
“Apalagi belajar dari evaluasi libur lebaran tahun sebelumnya dimana masih banyak ditemui sampah yang menumpuk di berbagai tempat yang dilewati para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya di rest area,” ucap dia.
Baca juga : Sampah Seberat 49 Ribu Ton Diprediksi Warnai Jalur Mudik
Sebagai upaya meningkatkan koordinasi tata kelola sampah di periode mudik 2024, Kementerian KLHK pun dikatakannya telah meminta agar program Mudik Minim Sampah menjadi bagian integral Program Mudik Nasional sehingga menjadi gerakan bersama meningkatkan kesadaran pengurangan sampah.
Persoalan meningkatnya jumlah sampah selama periode mudik dikatakan juga dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya keberadaan transportasi dan sarana prasarana yang digunakan pemudik.
Maka, pihaknya turut mengimbau operator transportasi dan pihak-pihak yang terkait lainnya menyediakan infrastruktur pendukung untuk menghindari sampah yang terbuang tidak pada tempatnya. Sementara kepada pemudik, diimbau untuk merayakan Idul Fitri sekaligus mudik 2024 dengan penuh keceriaan namun tidak melupakan tetap menjaga kebersihan lingkungan. (Z-8)
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Jasamarga menutup sementara Rest Area KM 52B untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Capek nyetir? Cek rekomendasi kafe terbaik di rest area Tol Trans Jawa 2026. Dari kopi Turki di Banjaratma hingga kafe view gunung di Salatiga.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
MENJELANG pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H, Korlantas Polri peninjau sejumlah rest area.
MENGANTISIPASI lonjakan arus lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) rest area di Tol Trans Sumatra beroperasi 24 jam penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved