Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mencoba membawa daging hasil penyembelihan hewan dam (denda) haji tamattu jemaah Indonesia ke Tanah Air. Daging tersebut nantinya bisa dipakai untuk mengatasi kasus stunting di Indonesia.
Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menerangkan, tahun ini pihaknya membuat pedoman hewan dam. Pertama, penyembelihan hewan dam ini harus memenuhi unsur syariah. Kedua, pemanfaatan daginh hewan dam.
Terkait pemanfaatan itu, Kemenag mencoba membawa daging dam tersebut ke Tanah Air. Pemanfaatan di dalam negeri dipandang lebih optimal hasilnya dibanding dengan dibagikan di Arab Saudi.
Baca juga : Kemenag: 147.520 Jemaah Sudah Lakukan Pelunasan Biaya Haji
"Kita akan coba dengan beberapa lembaga di Tanah Air, gimana hewan itu bisa dikirim ke Tanah Air dan kepentingan sosial. Angka stunting kita juga bisa dibantu," terangnya, usai menjadi pemateri Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2024, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (24/3).
Potensi dam jemaah haji Indonesia sangat besar. Indonesia mendapat kuota jemaah haji tahun ini sebanyak 241.000. Jemaah haji Indonesia mayoritas menjalankan haji dengan tamattu, yaitu menjalankan umrah terlebih dahulu kemudian haji.
Jemaah yang menjalankan tamattu dikenakan dam. Ada dua cara membayar dam, yaitu dengan menyembelih seekor kambing atau dengan berpuasa 3 hari di Tanah Suci dan 7 hari di Tanah Air.
Arsad menerangkan, pedoman untuk membawa daging dam ke Tanah Air sudah ada. Regulasinya juga masih berlaku. "Kan diterapkan tahun ini," terangnya. (Z-7)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Pembagian syarikah dilakukan berdasarkan embarkasi guna memastikan layanan jemaah lebih terfokus dan terkoordinasi.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Selain kesehatan fisik, pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi gejala demensia.
Pelunasan Bipih jemaah khusus sudah mencapai 98,41 persen atau 16.310 orang dari kuota 17.680 jemaah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved